Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, La Ode Budiman


Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Tujuh kecamatan di Kabupaten Buton Selatan kini sudah memiliki 10 puskemas, sembilan diantaranya sudah terakreditasi dari Lembaga Akreditasi Nasional (LAN).

Ini menjadi komitmen, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dibawah kepemimpinan Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani. Pelayanan kesehatan menjadi salah satu skala prioritas.

Selain program jaminan kesehatan, juga Pemkab menggenjot pembangunan infrastruktur dasar kesehatan. Utamanya pembangunan puskesmas di setiap kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, La Ode Budiman
Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, La Ode Budiman

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan, La Ode Budiman, SKM.,M.Kes mengatakan, sebelumnya hanya terdapat 8 puskesmas yang melayani pemeriksaan kesehatan. Pada 2019 lalu, dibangun lagi satu sehingga kini berjumlah 9 puskesmas yang operasional.

Ke-9 puskesmas ini telah terakreditasi dari Lembaga Akreditasi Nasional (LAN). Akreditasi ini menandakan reliabilitas dalam mutu pelayanan, ketertiban pendokumentasian, dan konsistensi dalam bekerja, memberikan keunggulan kompetitif, menjamin pelayanan kesehatan primer yang berkualitas dan pendidikan pada staf telah meningkat.

“Sekarang kita lakukan monitoring evaluasi. Kita usahakan saat ini yang masih bintang satu atau dua kalau perlu meningkat lagi menjadi madya atau utama,” katanya.

Tak hanya itu, pada 2020 ini juga tengah berjalan pembangunan unit Puskesmas Sandang Pangan. Direncanakan, puskesmas ini akan diresmikan pada Oktober 2020 mendatang.

“Dengan begitu jumlah puskesmas kita telah menjadi 10 unit. Alhamdulillah juga, pada 2021 nanti ada dua puskesmas masing-masing Puskesmas Batu Atas Barat dan Puskesmas Karae di Siompu yang telah disetujui pemerintah pusat untuk dibangun menggunakan DAK. Semua dokumen persyaratan telah kita rampungkan,” katanya.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus berupaya memberikan pelayanan maksimal dan prima dengan menghadirkan alat kesehatan yang memadai. Termasuk peningkatan kualitas SDM dalam hal pemberian pelayanan.

“Tentu ini menjadi perhatian kita, termasuk sebaran dokter di tiap puskesmas. Alhamdulillah semua puskesmas kita sudah memiliki dokter umum, malah ada satu puskesmas memiliki dua orang dokter. Kita juga menyediakan honor dari daerah Rp 10 juta untuk mengundang dokter khususnya dokter gigi untuk bekerja. Ini semua menjadi komitmen pemerintah agar masyarakat mendapat pelayanan prima,”tukasnya.(*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest