Peliput : Amirul
BATAUGA, BP-Melalui keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan, nomor 51 tahun 2016 Kabupaten Buton Selatan masuk dalam 20 daerah program Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (PSKPT) Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Ir Heru Sungkowo mengatakan dengan masuknya Buton Selatan dalam program PSKPT tentu akan mempercepat proses pembangunan fasiltas kelautan dan perikanan di Busel. Kata, dia imbasnya akan sangat signifikasi bagi penguatan-penguatan pada nelayan masyarakat Busel, misalnya akan ada bantuan-bantuan dari pusat yang ditujukan kepada para pegiat perikanan dan kelautan.
“Jadi kami sangat bersyukur Kabupaten Buton Selatan menjadi salah satu dari 20 daerah yang dijadikan PSKPT, tentu ini akan berimbas pada percepatan pembangunan diButon Selatan dalam bidang kelautan dan perikanan, yakni programnya pembangunan PPI dan pembangunan pabrik es dan beberap program lainnya. Tentu program ini semua bertujuan meningkatkan ketersediaan sumber protein dan ketahanan pangan nasional, kesejahteraan masyarakat dan pemasukan devisa bagi negara, yang kedepannya diharapkan dapat terjadi pertumbuhan ekonomi di wilayah pinggiran dengan lokomotif penggerak utama disektor perikanan,” ucapnya saat ditemui diruangannya beberap waktu lalu.
Dikatakannya, melalui PSKPT, pusat melihat ada prospek pengembangan usaha budidaya ikan maupun rumput laut di Kabupaten Buton Selatan sangat potensial untuk dikembangkan.
“Pemerintah Pusat telah menurunkan bantuan kerambah Jaring Apung, masyarakat nelayan mengisi keramba-keramba itu dengan ikan-ikan lokal, misalnya Bobara atau ikan kue, ikan kakap, ikan boronang dan beberapa ikan jenis ikan kerapu dan itu cukup pesat perkembangannya,” tuturnya
Bukan hanya itu, pemerintah pusat juga mengindentifikasi dan iventarisir penguatan lembaga adat untuk mendukung konservasi sehingga kegiatan yang telah dipelihara oleh masyarakat dengan kearifan dan bijaksana itu tetap lestari.
“Di Siompu ada suatu sistem konservasi yang ditetapkan oleh maayarakat yang namanya ‘Ombu’. Ombu adalah cara masyarakat Siomou dalam melakukan perlindungan-perlindungan organisme laut. Sehingga lokasi tersebut hanya diperbolehkan pada saat-saat tertentu dengan pola tentu sehingga upaya-upaya konsenvasi itu sudah bisa diupayakan. Kearifan lokal ini akan terus dijaga, pusat juga akan memberikan penguatan-pengutan,” katanya
Ditambahkannya, sementara di Teluk Sampolawa, pusat telah memetakan bahwa disitu merupakan lokasi pengembangan kawasan industri perikanan, dalam hal ini berbasis perikanan tangkat dan pengolahan, tapi untuk kawasan teluk Lande dikhususkan untuk budidaya laut.
“Dengan masuknya Busel dalam 20 daerah program PSKPT akan berdampak pada kemajuan pembangunan busel kedepan dibidang perikanan dan kelautan, ditahun 2017 Busel juga mendapat anggaran 150 miliar dari KKP,” pungkasnya.(*)