Peliput: Hengki TA

LABUNGKARI, BP – Sejumlah wilayah di Kabupaten Buton Tengah (Butemg) masih kekurangan dokter, utamanya diwilayah Kecamatan Talaga, Sangia Wambulu, GU, dan Mawasangka Timur, yang saat ini tidak memiliki dokter gigi.

Kepala Dinas Kesehatan Kasman

Kepala Dinas Kesehatan, Kasman saat dikonfirmasi beberapa awak media mengatakan, saat ini beberapa wilayah di Buteng kekurangan tenaga dokter, untuk mengisi puskesmas yang kosong, pihaknya menawarkan gaji yang tinggi bagi dokter yang bersedia mengisi puskesmas yang tersebar diwilayah Kabupaten Buteng.

“Terdapat 14 puskesmas yang tersebar di tujuh kecamatan, masing-masing puskesmas telah dilengkapi tenaga dokter. Akan tetapi, masih ada beberapa dokter yang kita butuhkan khususnya dokter gigi,” jelasnya.

Lanjutnya, sebagai bentuk komitmen Pemkab Buteng menyiapkan honor hingga Rp 10 juta perbulan khsusnya daerah kepulauan seperti ditalaga, sedangkan untuk
daerah daratan pihaknya akan memberikan honor sebesar Rp 9 juta perbulan.

“Di Talaga belum lama ini kita sudah tambahkan satu dokter umum, jadi total sudah dua orang, selain itu kita juga sudah menyiapkan dental unitnya, tinggal menunggu dokter gigi belum ada yang mendaftar,” tuturnya.

Hal tersebut, merupakan komitmen Bupati untuk memberikan kesejahteraan para dokter, sehingga mau mengabdi di Buteng demi pelayanan kepada masyarakat, dimana,ada beberapa wilayah yang hanya memilki satu dokter saja. Oleh sebab itu, tenaga dokter masih sangat di butuhkan.

BACA JUGA: Bupati Buteng Samahuddin Perlebar Jembatan di Moko

Memang, beberapa puskesmas ada memiliki tiga dokter, dengan masing-masing dua dokter umum dan satu dokter gigi, seperti di Puskesmas Gu, Mawasangka dan Mawasangka Tengah. Sedangkan diwilayah lainnya hanya memiliki satu dokter umum dan satu dokter gigi, seperti di Wamolo dan dua dokter umum di Talaga.

“Setiap tahun kami akan terus membuka pendaftran, sepanjang kebutuhan itu masih kosong,” tutupnya.(*)

NONTON JUGA VIDEO BERIKUT:

TARI DAUN NIPAH DARI BAUBAU AKAN MASUK DAFTAR TARI NASIONAL

Sanggar Seni Lakologou yang bertempat di Kelurahan Lakologou membuat sebuah tarian khas Baubau yang nantinya akan dimasukkan menjadi salah satu tarian nasional oleh Balai Pelestarian Nilai dan Budaya Provinsi Sulawesi Selatan. Tarian itu bernama Tari Daun Nipah.

Pemilik Sanggar Seni Lakologou Erna SKM saat dikonfirmasi Baubau Post, Kamis (25/06), mengatakan Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Provinsi Sulawesi Selatan memfasilitasi untuk membuat sebuah tarian khas Buton. Dengan demikian Erna memutuskan untuk membuat tarian di wilayahnya tepatnya di Lakologou. Tari Daun Nipah dari Baubau akan masuk daftar tari nasional. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest