PASARWAJO, Durasitimes.com – Kabupaten Buton dengan potensi Aspal terbaiknya, akan menjadi kawasan industri. Hal itu dikatakan langsung oleh perwakilan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) dan Investasi RI.

Fokus Grup Diskesion (FGD) yang bertemakan “Kebijakan Regional Pemanfaatan Aspal Alam Indonesia (Asalindo) itu, di buka langsung oleh Sekda Buton pada Kamis (07/11) di Aula Kantor Bupati Buton.

Kedatangan BPPT dengan Kemenko Maritim dan Investasi RI dihadapan Sekda Buton ini untuk mejelaskan bahwa Buton bakal “disulap” menjadi kawasan industri aspal, sehingga penandatanganan MoU bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sebagai tanda jadi.

Penandatangan itu tidak lain sebagai bentuk perhatian Pemerintah Pusat kepada Pemkab Buton untuk mendorong kemajuan Daerahnya.

“Kami sudah tanda tangan MoU,” kata Perekayasa Ahli Utama BPPT, Haswi P Suwoto dalam Fokus Grup Diskesion (FGD) di aula Kantor Bupati Buton.

Penandatanganan itu, kata dia, guna dapat memanfaatkan Sumber Daya Manusia (SDM), sumber daya peralatan yang ada, bahkan sumber daya pembiayaan untuk Nasional, yang ada di Kabupaten Buton.

Meski demikian, itu semua tidak akan tercapai jika tidak dilaksanakan bersama dengan saling sinergi. “Apa yang kami bisa bantu dan apa yang diharapkan oleh Pemerintah bisa segera tercapai,” katanya.

Mengenai pembentukan kawasan Industri Aspal di Buton, BPPT bersama Kemenko Maritim dan Investasi serta Kementerian Perindustrian akan mendorong program tersebut agar segera terwujud.

Pemerintah pusat menjanjikan sebuah insentif yang sangat besar untuk menunjang terbentuknya itu semua. Karena dengan terbentuknya sebuah kawasan industri aspal di Buton, itu sangat penting untuk menunjang perekonomian, infrastruktur daerah dan kemajuan bangsa.

“Nanti akan mendapat insentif yang sangat besar oleh Pemerintah, seperti peralatan untuk tercapainya industri itu, seperti bebas biaya masuk, dan mempermudah perizinan yang harus dilakukan oleh industri-industri yang ada dalam kawasan itu,” terangnya.

Sehingga kedepannya, aspal Buton tidak hanya diimpor untuk mengindahkan jalanan diluar Indonesia saja, melainkan dapat dimaksimalkan penggunaannya untuk kepentingan Daerah, Negara dan juga menjadikan Buton pintu pengimpor aspal terbesar bagi pangsa pasar internasional.

“Makanya itu kita memiliki keinginan kuat untuk memaksimalkan penggunaan Aspal Buton. Dengan kualitas terbaik dibandingkan dengan Aspal Minyak, kita akan angkat potensi itu seperti potensi emas,” pungkasnya.

Dijelaskan maksudnya, aspal Buton, ibarat sebuah emas, kalau tidak digosok secara terus menerus, tidak akan terlihat mengkilap. Begitu pula aspal Buton, jika semakin digosok maka akan menjadikan aspal Buton ini seperti Emas Hitam. Dimana aspal itu akan mengubah jalanan-jalanan di Indonesia akan menjadi lebih baik lagi.

“Semua jalanan yang ada di Indonesia ini harus beralih dari Aspal Minyak ke Aspal Buton,” serunya.

Guna mewujudkan program tersebut ia berharap kepada Pemkab Buton segera menyiapkan lahan untuk kawasan industri yang dimaksud. Kemudian ia mewanti-wanti, penyiapan lahan itu harus sesuai dengan tata ruang yang ada di kabupaten, sehingga kedepannya tidak menjadi masalah.

“Bupati dan jajarannya antusias untuk mempercepat kawasan industri itu. Bupati juga sudah menyediakan tanah yang cukup luas. Sehingga kami bisa mempercepat proses perizinan agar segera terlaksana. Apalagi bisa diinisiasi oleh industri yang sudah ada, seperti industri Aspal Buton Kapal Api Group, Wika Group, dan Kurnia Gorup,” inginnya.

Hal itu senada disahuti sama dengan Kepala Bidang Investasi Pertambangan dan Energi Kemenko Maritim dan Investasi, John Tambunan.

Menurutnya, pembentukan kawasan Industri Aspal Buton sejalan dengan Visi dan Misi Presiden Joko Widodo “Yang akan menghidupkan kembali produk dalam negeri,” ungkapnya.

John melihat itu sebagai potensi besar yang patut dikelola dengan baik. Karena aspal Buton merupakan produk dalam negeri, olehnya itu, pihaknya juga akan ambil andil dalam mendongkrak potensi itu. Sehingga, devisa dapat diselamatkan dan produksi dalam negeri akan terus berjalan.

FGD yang dilaksanakan kali ini untuk menindaklanjuti hasil rapat koordinasi sebelumnya di Jakarta yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sultra, H. Ali Mazi dan Bupati Buton, La Bakry.

“Terkait itu, Presiden Jokowi telah memerintahkan 3 Kementerian terkait, untuk memaksimalkan potensi Aspal Buton,” tutupnya.

Peliput : Asmaddin

Pin It on Pinterest