Peliput: Darson

BURANGA, BP – Kabupaten Buton Utara (Butur) mengajukan diri ke pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai calon tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat provinsi tahun 2018 mendatang.
Untuk melihat keseriusan Butur itu, Wakil Gubernur Sultra Saleh Lasata, Jum’at (4/11) terjun langsung di daerah paling utara pulau Buton ini melakukan kunjungan kerja melihat kesiapan lokasi perhelatan MTQ ini.”Saya datang disini khusus untuk meninjauh langsung kesiapan lokasi MTQ,”ujarnya.
Sementara itu, Bupati Butur Abu Hasan mengatakan kesiapan jikalau memang Butur terpilih sebagai tuan rumah MTQ.”Kita ajukan diri sebagai tuan rumah pastinya selalu siap,” kata Abu Hasan.
Sampai saat ini, ungkap Abu Hasan berdasarkan pengakuan dari pemerintah provinsi, baru Butur yang mengajukan permintaan sebagai tuan rumah MTQ. Pihak provinsi masih menunggu satu hingga dua bulan kedepan. Kalau seadainya dengan waktu yang ditentukan itu tidak ada yang lain, maka Butur otomatis ditetapkan sebagai tuan rumah.
Orang nomor satu di Butur ini mengakui kalau sarana prasarana belum terlalu memadai, tapi cukup kalau hanya untuk MTQ. Dalam artian, untuk persiapan lokasi ada aula, mesjid, hotel dan nantinya akan dibangun Islami Center.”Mudahan-mudahan pembagunan mesjid yang depan Polsek Kulisusu diselesaikan untuk dijadikan Mesjid Agung Buton Utara,mudahan-mudahan secara bertahap akan dibenahi,” ujarnya.
Apapun itu kondisinya, menurutnya Butur optimis bisa melaksanakan perhelatan MTQ itu.Sebabnya, tambah dia tolak ukurnya bahwa Butur sendiri sudah mempunyai pengalaman menyelenggarakan iven besar yakni Pekan Olah Raga Provinsi (Proprov) dua tahun lalu.” Proprov saja itu lebih banyak manusia yang datang dari pada atletnya. Pemerintahan sebelumnya saja sukses, padahal baru pertama kali menyelenggarakan yang bersifat regional dalam hal itu. Pengalaman itu, kita akan revitalisasi mensukseskan MTQ, kalau Buton Utara dipercaya menjadi tuan rumah,” pungkasnya.
Persiapan MTQ itu sebetulnya dari teknis akomodasi, kemudian sarana prasarana, selanjutnya sumber daya manusia (SDM). Namun, terkait dengan SDM bakal dibackup dari Provinsi.
“Sekarang paling terpenting bagi kita adalah kesiapan sarana prasarana itu tadi, untuk persiapan penginapan sudah cukup,” tuturnya.(***)