Peliput: Anton – Editorf: La Ode Adrian

LABUNGKARI, BP – Pemerintah Desa Matawine Kecamatan Lakudo yang saat ini di pimpin oleh Kepala Desa Nasir Jamal SAg menggelar pelatihan keterampilan menjahit selama 30 hari kedepan di Kantor Desa Matawine, sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat Desa Matawine untuk mengembangkan usaha ekonomi yang berbasis kerakyatan.

“Tema yang kita usung inikan Peningkatan Kapasitas Bagi Masyarakat Dalam Keterampilan Menjahit, kemudian pesertanya itu semua dari Desa Matawine, tidak ada dari desa lain karena muaranya hanya untuk pemberdayaan masyarakat Matawine. Kegiatan ini merupakan pengaplikasian penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2016,” jelas Nasir Jamal, Minggu (04/12).

Dijelaskan, para peserta pelatihan juga sangat antusias untuk mengikuti kegiatan tersebut, terlihat dari kesiapan dan kehadiran para peserta. Sedangkan untuk instruktur pelatih didatangkan dari Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Kendari Wa Ode Marhumah.

“Pesertanya itu jumlahnya ada 18 orang, mereka sangat antusias mengikuti pelatihan menjahit dan mereka hadir setiap hari, pelatihnya itu Wa Ode Marhumah, dia orang yang profesional dibidang menjahit yang sudah teruji, kita datangkan dari Balai Latihan Kerja Kendari, BLK ini dia vertikal dan langsung pusat,” katanya.

Dari pelatihan yang diadakan tersebut juga diharapkan agar masyarakat yang mengikuti pelatihan, kelak bisa mandiri dan membuka usaha sendiri, agar dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga, khususnya dalam usaha jahit menjahit. Dan juga bertujuan agar masyarakat yang mengikuti pelatihan, jika melamar kerja pada suatu bisnis jahit bisa diterima dengan adanya bekal keterampilan yang dimiliki.

“Jadi kualitasnya mereka atau outputnya dari pelatihan ini nantinya mereka bisa diterima bila melamar di sebuah perusahaan dimana saja, khususnya bidang menjahit, karena pelatihnya ini dia berskala nasional bahkan internasional sekalipun, sebab dia itu sudah diakui dibidang menjahit,” pungkasnya.

Ia juga mengimbau untuk pelatihan yang diadakan sejak 24 November dengan jumlah bobot pertemuan 240 jam itu, agar masyarakat yang mengikuti pelatihan dapat serius dan mengikuti pelatihan dengan baik, guna menciptakan tenaga kerja berkualitas, handa dan profesional dalam bidang jahit menjahit.

“Saya imbau kepada masyarakat khususnya di Desa Matawine, dengan adanya pelatihan ini harus benar-benar mengikuti kegiatan ini secara intens, sehingga nantinya bisa tercipta kualitas yang betul-betul profesional bisa terpakai, dan kemudian diharapkan mereka bisa membangun usahanya sendiri-sendiri,” tutupnya.(*)

Pin It on Pinterest