BAUBAU, BP – Selama kegiatan Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) Asean Polima ke VI tahun 2019 yang telah berlangsung beberapa hari di Kota Baubau itu berpengaruh pada meningkatnya daya beli masyarakat di pasar tradisional.

Misalnya saja, Putri seorang penjual kue jajanan tradisional khas Buton, kue-kue itu biasanya digunakan untuk mengisi talang pada saat prosesi adat (Haroa) di Negeri Khalifatul Khamis kesultanan Buton.

Ia merasa jualannya mengalami peningakatan pembeli. “Jumlah pembelian meningkat dibandingkan hari-hari biasanya,” katanya Kamis (21/11).

Sama halnya yang disampaikan, AN penjual ayam kampung di pasar tradisional Wameo Kota Baubau yang hanya ingin diinisialkan namanya itu merasakan hal yang sama. Ia mengaku penjualan ayam kampung dibandingkan hari biasanya meningkat selama FKMA Asean Polima ke VI itu dilaksanakan.

Menurutnya, kegiatan-kegiatan sacam ini mestinya sering digaungkan oleh Pemerintah Kota Baubau karena pastinya berdampak positif bagi ekonomi masyarakat, baik menengah keatas maupun menengah kebawah.

Meski demikian, kegiatan itu hanya beberapa hari saja dilaksanakan di Kota Baubau.

Memasuki, bulan November dimana bulan maulid nabi besar Muhammad Sallallahu alaihi wasallam, masyarakat di Buton biasanya menggelar (haroa -red) untuk memperingatinya.

Ditambah lagi dengan adanya event FKMA yang bertaraf internasional dihadiri oleh ratusan delegasi kerajaan dan kesultanan se-Asean itu, Pemerintah Kota Baubau menjamunya dengan kuliner khas Buton yang terbentang mengelilingi sepanjang benteng keraton Buton pada Rabu siang (20/11).

Pastinya jamuan makan siang yang dibalut dalam warisan budaya pekande-kandea itu membutuhkan cukup banyak bahan masakan kuliner khas Buton untuk mengisi ribuan talang tersebut.

Tentu saja, perubahan peningkatan daya beli masyarakat dirasakan penjual, baik ayam kampung, kue-kue jajanan tradisional dan aksesoris pakaian khas Buton, serta penjual lainnya. (*)

Peliput : Asmaddin

Pin It on Pinterest