Pedagang yang terintimidasi

Peliput: Zul Ps

WANGI-WANGI,BP – Miris, salah seorang warga Wakatobi yang merupakan pedagang kaki lima yang sehari-hari berdagang kripik di pelabuhan ferry merasa dirugikan atas tindakan yang dilakukan oleh salah satu Anak Buah Kapal (ABK) Al Sudais 22 yang terjadi pada Kamis (23/09) bertempat di Pelabuhan Ferry.

Diduga kuat Kapal tersebut milik dari Ketua DPRD Wakatobi H Hamirudin dari fraksi Golkar. Dikonfirmasi usai kejadian, Wa Eti mengatakan, sebelumnya salah satu ABK Kapal tersebut telah memesan kripik dagangannya untuk dijajahkan dikantin kapal tersebut.

Pedagang yang terintimidasi
Pedagang yang terintimidasi

” Abk kapal, namanya si Jangu. Dia bilang, he…. kenapa enapa kamu menjual keripik, kamu simpan di kantin itu keripik. Saya jawab, bukan saya yang pergi simpan, tapi kalian punya teman ABK juga dia minta untuk menjual di kantin,” ungkapnya saat ditemui beberapa awak media di kediamannya.

Sambungnya lagi, si janggu tersebut menakut-nakuti dirinya dengan mengatakan jika masih simpan di kantin maka akan dibuang ke laut dan kapal ini bukanlah kapal miliknya. Sontak hal ini mendapat respon dari Wa Eti, ia menanyakan apa salah dirinya.

” Katanya saya ini Tim Merah (Salah satu Pendukung Paslon Bupati Wakatobi_Red), Merah dan kuning terserah saya, karena ini saya punya hak sendiri, tidak boleh berbuat semaunya. Tadi saya bilang begini, saya ini menjual di kapal bukan datang untuk Pilkada, ini kapal penumpang,” sambungnya lagi.

Lanjutnya, Abk kapal tersebut kembali membantah Wa Eti, dengan mengatakan ereka jika tim merah tidak dapat berdagang, sementara untuk tim kuning diberi keleluasaan untuk menjajahkan dagangannya.

” Apa salahnya kalau tim merah. Kita ini bukan lagi zaman penjajahan, kita ini sudah merdeka undang-undang dan Pancasila serta bendera merah putih sudah di kasih naik berarti tanda kita sudah merdeka. Jadi mereka itu jangan ikut semau-maunya kami ini rakyat miskin,” lanjutnya.

Eti juga menegaskan bahwa, dirinya berjualan di pelabuhan tersebut untuk menghidupi anak-anak yang kemudian masih bersekolah di SPM dan SMA, sementara salah satu anaknya juga telah selesai berkuliah namun hingga kini belum mendapatkan pekerjaan.

Kami berjuang di pelabuhan bukan untuk Pilkada kami berjuang di pelabuhan siang dan malam untuk kehidupan anak-anak ongkos sekolah makan hari-hari untuk menyambung hidup Kenapa mereka mau cegah cegah.

” Keripik itu ada izin usaha. Kita mau cari uang untuk anak sekolah bagaimana, makin hari makin menderita, tambah lagi menderita. Kita sudah miskin tambah lagi miskin. Saya bilang dia hancur keripik ada penggantinya, tapi kalau dia hancur hatiku tidak ada penggantinya. Sakit hatiku. Saya marah itu,” tukasnya.

Untuk diketahui warna merah beridentik dengan pendukung paslon bupati Wakatobi Haliana-Ilmiati Daud dengan jargon HATI yang diusung melalui partai PDIP dan koalisinya sementara Kuning identik dengan dukungan paslon H Arhawi-Hardin La Omo (HALO) yang diusung dari parati Golkar bersama koalisinya.(*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest