– Dinsos: Dananya Ada Tapi Belum Dikucurkan

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Di daerah kabupaten Buton Tengah terdapat beberapa masyarakat yang mengalami Disabilitas Sosial (warga penyandang cacat). La Ipa (53) salah seorang warga kelurahan Watulea kecamatan Gu mengeluh dan mempertanyakan tentang ada dan tidaknya bantuan dana disabilitasi sosial, namun karena keterbatasan yang dimilikinya, ia hanya bisa mengeluh tanpa bertindak.

Ketika dikonfirmasi oleh media ini, La Ipa mengungkapkan keheranannya bahwa di kabupaten Buton Tengah selama ini ia belum pernah tersentuh dana bantuan disabilitas sosial, padahal ketika ia berada di Kota Ambon sekitar 15 tahun silam, dikatakan bahwa ia bersama para penyandang cacat lainnya selalu mendapat sentuhan bantuan tiap bulan.

Diungkapkannya pula bila nantinya ia mendapat dana bantuan maka ia akan pergunakan sebagai modal usaha yang ia geluti saat ini.

“Saya ini heran kenapa di kabupaten Buton Tengah ini tidak ada bantuan untuk orang-orang cacat kaya kita ini, kalau kita masih di Ambon dulu kita dapat bantuan setiap bulan, saya ini kalau seandainya dikasih bantuan maka saya mau pake untuk saya jadikan modal usaha, karena uang itu biar banyak tapi kalau kita tidak kelola bagus-bagus maka pasti cepat habis juga,” ucapnya.

Ditempat terpisah Baubau Post mengunjungi Dinas Sosial yang membidangi dana-dana bantuan sosial, saat menerima kunjungan Baubau Post pada Kamis (01/12), kepala Dinas Sosial Drs Asmuni Abdullah memaparkan bahwa dana bantuan yang diperuntukkan kepada para penyandang cacat tetap ada, namun dikarenakan berbagai keterbatasan sebagai daerah otonom baru sehingga dana-dana bantuan untuk penyandang cacat itu belum diturunkan oleh pemerintah pusat sampai hari ini.

“Bantuan untuk orang cacat itu ada, tapi kan kita ini masih berupaya terus, untuk mendatangkan dana itu karena sebenarnya itu kan dana-dana dari pusat semua, kita ini masih serba keterbatasan juga, memang kita punya kewajiban dan tanggung jawab juga untuk melayani mereka (para penyandang cacat red) karena memang tupoksinya kita juga disitu,” paparnya.

Lanjut dari itu, Asmuni Abdullah mengatakan bahwa ada hal-hal yang menyangkut persoalan tekhnis sehingga bantuan kepada penyandang cacat belum bisa dimaksimalkan.

“Yang jadi persoalannya, komunikasi tidak berlanjut kemarin, saya saja ke Kementerian Sosial itu baru 2 kali kemarin, kemudian kerja-kerja Dinas sosial hari ini terintegrasi dengan data base,” tutupnya.(*)