Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Semakin dekatnya pelaksanaan aksi damai yang kembali di gelar pada 2 Desember (Aksi 212), Kodim 1413/Buton maupun Polres Baubau, mengantispasi untuk tetap menjaga situasi yang kondusif di Kota Baubau. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, sebaiknya tidak menggelar aksi yang sama seperti yang dilakukan di Jakarta.
“Kami mengimbau sebaiknya tidak usah dilakukan, tapi kalau ada maka dilaksanakan secara damai, kita jaga keamanan, jangan mau dipecah belah. Kami di wilayah sarankan untuk dilakukan secara damai, karena di Jakarta saja dilakukan secara damai,” kata Dandim Buton/1413, Letkol Arh Rudi Ragil SP, Rabu (30/11).
Rudi menaruh harapan, agar toleransi beragama yang saat ini masih terpelihara di Kota Baubau agar senantiasa terjaga. Dia menyerukan, agar tidak terprovokasi oleh isu sara yang saat ini tengah marak, dan menyikapinya dengan bijaksana.
“Kita harus bersinergi dengan tokoh lintas agama, agar umat beragama jangan terpecah, apapun masalah pasti ada jalan keluar, jangan sampai ada pertikaian, mari kita jaga Kota Baubau senantiasa aman dan kondusif,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan Kapolres Baubau, AKBP Suryo Aji SIk, menurutnya masyarakat tidak perlu menggelar aksi 212 di Kota Baubau. Namun kalau masyarakat hendak menggelar aksi damai, sebaiknya berupa doa bersama di tempat ibadah masing-masing.
“Kami berharap tidak ada kegiatan aksi di Kota Baubau, kalau pun ada kegiatan sifatnya doa bersama di masjid, di gereja, maupun tempat peribadatan lainnya,” katanya.
Hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan mengenai adanya aksi damai 212 yang akan digelar di Kota Baubau. Namun menurut informasi, terdapat beberapa masyarakat Kota Baubau yang berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi damai 212.
“Meski belum ada laporan mengenai aksi 212 di Kota Baubau, kami bersama Kodim akan tetap antisipasi. Ada beberapa anggota masyarakat tidak sampai 10 orang yang berangakat ke Jakarta untuk mengikuti aksi 2 Desember, sebagai bentuk solidaritas,” bebernya.
Terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta non aktif, Ahok, Suryo mengimbau agar masyarakat bersabar dan menghargai upaya hukum yang saat ini ditangani oleh Mabes Polri.
“Masyarakat tolong bersabar, proses hukum tidak berjalan dengan instan, banyak yang harus dilengkapi sehingga pada saatnya nanti pasti akan disampaikan ke publik,” tutupnya. (**)