Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Demonstrasi yang dilakukan organisasi ekstra kemahasiswaan dan BEM kemahasiswaan dari berbagai perguruan tinggi di Kota Baubau dimulai sekitar pukul 10.00 WITA. Setelah berkeliling Kota Baubau, para mahasiswa menuju gedung DPRD Kota Baubau yang berada di Kawasan Palagimata, Senin (11/04/2022).

Mahasiswa yang tergabung dalam IMM menyampaikan aspirasinya saat demo serental 11 April 2022 di Gedung DPRD Baubau

Kelompok mahasiswa yang pertama tiba di gedung DPRD yaitu dari IMM, menyusul HMI dan LMND, dan selanjut BEM dari perguruan tinggi di Baubau seperti Unidayan, Unismuh Buton, UMB, dan Politekhnik Baubau.

Para mahasiswa yang melakukan demontrasi di Gedung DPRD Baubau tidak datang secara bersamaan, meski begitu pada akhirnya mereka bertemu pada satu titik di Gedung DPRD Baubau dan menyuarakan aspirasi yang diusung mahasiswa secara nasional yaitu menolak penundaan Pemili, Tolak isu Presiden 3 Periode, turunkan harga BBM, dan normalkan harga minyak goreng kemasan.

Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) yang tiba pertama di Gedung DPRD Baubau sekita pukul 10.33 WITA, setelah melakukan orasi lalu meminta mereka difasilitasi bertemu Ketua DPRD atau anggota DPRD yang ketika itu sedang melakukan rapat paripurna. Lalu keluarlah beberapa anggota DPRD dan menerima kelompok mahasiswa IMM untuk berdialog di depan Kantor DPRD Baubau. Dialog berlangsung tertib dengan penjagaan dari aparat Polres Baubau dan Pol PP.

Dalam Dialog, IMM mengajak para wakil rakyat itu agar bersama-sama mahasiswa menyearakan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa saat ini baik secara nasional maupun secara lokal. Salah satu perwakilan IMM Awal meminta kepada DPRD Kota Baubau agar mengeluarkan pernyataan sikap menangkap oknum yang mengeluarkan isu penundaan Pemilu dan masa jabatan presiden jadi 3 periode.

Sementara aktifis IMM lainnya bernama Andri meminta kepada DPRD Baubau agar melakukan fungsi pengawasannya yaitu dengan melakukan evaluasi kepada kinerja Kadis Perindag Kota Baubau La Ode Ali Hasan yang dinilai tidak mampu mengatasi kelangkaan minyak goreng dan mahaknya harga minyak goreng kemasan di Kota Baubau.

“Disperindag melakukan kejahatan kemanusiaan. Sehingga kami harap Kadis Perindag Kota Baubau dicopot. Memang sudah ada langkah-langkah yang dilakukan oleh Disperindag Baubau dengan menggelar pasar murah, tapi itu bukan solusi yang tepat. Karena kenyataannya harga minyak goreng sampai saat ini masih mahal. Tidak ada prestasi yang ditunjukan oleh Kadisperindag Baubau selama ini. Kami heran, kok dia masih dipertahankan,” kata Andri dalam dialog dengan Anggota DPRD Baubau.

Tidak hanya soal harga minyak goreng yang jadi sorotan, IMM juga meminta agar DPRD Baubau memanggil pihak pertamina dalam hal ini TB BBM di Baubau dan pihak Disperindag agar mengevaluasi kelangkaan solar yang membuat panjangnya antrian mobil di pertamina H Baa di Betoambari dan Pertamina H. Karim di Bataraguru.

baca juga: Kadis Infokom Darussalam Laporkan Aktivis Perisai ke Polisi Dengan Tuduhan Pencemaran Nama Baik

“Antrian mendapatkan solar ini sudah sangat mengganggu pengguna jalan raya di jalur itu dan ini akan mengundang kerawanan dan kecelakaan. Tolong ini disampaikan kepada pihak pertamina dan dinas Perindag Baubau agar dicarikan solusinya,” sambungnya.

Semua aspirasi yang disuarakan mahasiswa IMM dalam dialog dengan DPRD telah menjadi catatan dan masukan untuk kemudian akan ditindaklanjuti dengan pihak-pihak terkait. (***)