BAUBAU, BP- Sebagai bentuk tindak lanjut hasil pertemuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Baubau bersama Gugus Tugas Perepatan Penanganan Covid-19 Kota Baubau, Komisi III meninjau sejumlah kesiapan fasilitas kesehatan di Puskesmas, RSUD dan Sekertariat Gugus Tugas Covid-19 Baubau.

Hal itu di ungkapkan oleh Ketua Komisi III Muhammad Ahadiyat Zamani beberapa waktu lalu.

” Kami dari Komisi III DPRD Kota Baubau menindaklanjuti apa yang menjadi hasil pertemuan kemarin dengan pihak Gugus Covid-19, kamimelakukan kunjungan lapangan di beberapa titik diantaranya tiga Puskesmas yakni, Puskesmas Sulaa, Puskesmas Katobengke, Puskesmas Wajo, RSUD Baubau dan Hotel Galxy Inn serta yang terakhir di Sekertariat Gugus Covid,” kata Ahadiyat.

Dewan saat mengecek Fasilitas Ruang Isolasi di RSUD Baubau

Dikatakan, pihaknya melihat ada beberapa hal yang perlu di perbaiki di beberapa Puskemas yang di kunjungi, diantaranya kesiapan Alat Pelindung Diri (APD). Perhatian kepada para tenaga medis di Puskemas yang sempat kontak langsung dengan Pasien dan melakukan isolasi mandiri.

” Secara Spesifil lagi, khusus di Puskesmas Katobengke yang tenaga kesehatannya sempat kontak dengan pasien 02 dan tengah melakukan karantina mandiri. Ini mereka butuh perhatian, jangan sampai mereka melakukan tugas ini justru beban dan biaya saat isolasi mandiri dari para perawat ini sendiri, seharusnya tim Gugus tugas mengambil alih untuk karantina mereka dan ini sudah saya sampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau untuk di tindak lanjuti,” jelasnya.

Untuk situasi seperti ini tanpa adanya lonjakan pasien, ketersedian APD RSUD Baubau untuk satu bulan kedepan cukup, termasuk ruang isolasi yang memadai. Namun ada satu hal yang perlu menjadi masukan terkait jam kerja tenaga medis yang bertugas di waktu malam hari serta sarana transportasi tenaga medis yang hanya 1 unit dari hotel tempat mereka isolasi ke rumah sakit, sementara tenaga medis ini ada 10 orang.

” Kita harus suarakan keluahan dari tenaga medis kita ini, mereka berharap agar bekerja lebih nyaman pertama itu mereka diperhatikan untuk yang masuk sift malam, kalau bisa jangan berturut-turut, misalnya dari jam 00.00 ke jam 04.00 wita setelah itu nanti besoknya nyambung lagi dari jam 04.00 sampai jam 08.00, otomastis mereka ini kalau dengan periode seperti itu otomatis kelelahan,” terangnya.

Dewan saat mengecek kesiapan penanganan COvid di tingkat Puskesmas

Untuk Sekertariat Gugus tugas Covid-19, pihaknya meninjau, memastikan serta memonitoring info harian yang masuk, serta donasi yang masuk dari kelompok masyarakat.

” Saya liat ini sudah ada penyaluran Donasi secara bertahap, kita harapkan ini bisa tersalaurkan secara baik, merata dan proposional di masing-masing kelurahan. Bantuan ini diharapkan tidak tunpang tindih, sehingga diharapkan koordinasi yang baik dengan Dinas Sosial Kota Baubau,” tutupnya.

Peliput: Prasetio M

Pin It on Pinterest