Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdangangan (Wakatobi Jamaludin

Peliput: Zul Ps

WANGI-WANGI, BP – Tak terpakai sejak dibangun sejak tahun 2010 pasar Tomia Kelurahan Waha Kecamatan Tomia tersebut menggunakan Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) Wakatobi dengan menelan anggaran ratusan juta tersebut hingga kini belum melahirkan solusi.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdangangan (Wakatobi Jamaludin
Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdangangan Wakatobi Jamaludin

Meskipun demikian, pada tahun 2012 lalu juga Pemerintah Daerah (Pemda) Wakatobi telah melakukan rapat dan ingin melakukan rehabilitasi agar pasar Tomia tersebut dapat terpakai, namun hingga kini belum juga terpakai.

“ Artinya bangun itu untuk kemaslahatan mereka, sampai saat ini kita belum putus asa, kita masih pikir,” ungkap Jamaludin Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdangangan (Disperindag) Wakatobi saat dikonfirmasi awak media ini pada Senin (02/11).

Selain itu, Jamaludin juga mengakui adanya ketidak tuntasan analisis pembangunan pasar, sehingga mengakibatkan terbengkalainya pasar tersebut. Ia juga menjelaskan adanya peletakan pasar tersebut yang juga bertentangan dengan masyarakat.

Dimana masayarakat sekitar tersebut tidak menginginkan pasar tersebut berada dilokasi tersebut, dimana lokasi tersebut merupakan dataran yang dirasa masyarakat cukup tinggi, sehingga masyarakat sebelumnya menginginkan pasar tersebut berada di dataran rendah yang dekat dengan pemukiman.

“ Tidak tuntas, mungkin saya pikir itu dari awal itu masyarakat kurang setuju. Karena seandainya mau pasti. Padahal disitu akses dibelakang nya ada jalan simpangan lima disitu. Alasan terakhir tinggi,” tukasnya

Berdasarkan data pasar Wakatobi, pasar Tomia tersebut didirikan pada tahun 2011 dengan 24 kios dengan besaran anggaran sebesar Rp 245.500.000 melalui APBD Wakatobi, sementara itu kontraktor yang mengerjakan CV. Jaya Laut.

BACA JUGA: Pemuda Milenial Sebut Pasar Sentral di Tomia Tak Tepakai Hingga Jadi Rumah Hantu

Untuk diketahui juga sebelumnya awak media ini telah memberitakan terkait pasar tersebut dengan judul Pemuda milenial sebut pasar sentral tomia tak terpakai hingga jadi rumah hantu beberapa waktu lalu.(*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest