Peliput : Prasetio M
BAUBAU, BP – Diduga status masa berlakunya akreditasi, dua jurusan yakni jurusan Kebidanan dan Keperawatan di perguruan tinggi swasta Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) IST Buton sudah kadaluarsa.

Hal tersebut yang membuat sejumlah mahasiswa melakukan aksi menuntuk kejelasan akreditasi jurusan mereka(Mahasiswa,red) di depan kampus Stikes IST Buton.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi tersebut, Arfan Wabula saat di temui awak media, sabtu (27/05) mengatakan, aksi ya g dilakukan pihaknya hari ini untuk menuntut kejelasan akreditasi kampus dan akreditasi dua jurusan yak i keperawatan dan kebidanan yang telah habis masanya pada tahun lalu.

” Kenapa baru sekarang mau dilakukan proses perpa jangan, padahal sudah hampir satu tahun Akreditasi itu sudah mati masa waktu akteditasi itu,” kata Arfan.

Dikatakan, dua jurusan masa berlakunya telah berakhir tahun lalu namun pihak kampus belum juga melakukan perpanjangan, yang seharusnya pihak kampus sudah melakukan antisipasi sebelum masa berlaku akreditasi tersebut berakhir.

” Akresitasi jurusan sudah mati, sudah hampir satu tahun, tapi kenapa tidak diperpanjang sebelumnya, nanti sudah ada aksi baru bilang (pihak kampus,red) sudah mau diadakan,” ujarnya.

Selain terkait akreditasi, pihak mahasiswa juga menuntut kejelasan transparansi pembayaran iuran praktek, dimana saat pihaknya meminta rincian pembayaran iuran tersebut, pihak kampus tidak memberikan. Beberapa waktu lalu saat mereka melaksanakan praktek lapangan, pihaknya juga sempat menghadirkan salah satu orang tua dikarenakan persoalan rincian pembayaran yang tidak diberikan oleh pihak kampus.

” Kita disuruh bayar Rp 2,7 juta, kita membayar dan minta rinciannya tapi tidak mau dikasih, padahal ini haknya mahasiswa kenapa harus ditahan. Pihak kampus memberikan bahwa ini terakhir( Persoalan rician, red), untuk seterusnya rincian harus diberikan, pada kenyataannya sekarang terulang lagi,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur STIKES Buton, La Ode Ruslan mengatakan, apa yang menjadi tuntutan mahasiswa tidak masuk akal, pasalnya Kampus Stikes berdiri sudah dengan instrumentnya, bukan baru mau dilakukan. Mahasiswa hanya melakukan apa yang menjadi kewajibannya dan haknya untuk mendapatkan pembelajaran dan pengajaran, mendapatkan praktikum dan bukan untuk menetang praktikum.

” Masuk di stikes itu sudah menandatangani surat pernyataan tentang kesediaan membayar kewajiban-kewajiban,” kata Ruslan.

Saat ini pihaknya sedang menyusun persiapan kenaiakn status akreditasi kampus Stikes dari status C menjadi B. Saat ini pihaknya telah membentuk tim penyusunan borang akreditasi, guna me gecek apa yang menjadi kekurangan dan apa yang telah ada berdasarkan instrumen tim akreditasi oleh lembaga Akreditasi.

Dan tentang transparansi iuran, Ruslan menyatakan, jika kampusnya memiliki lembaga tersendiri dan mahasiswa tidak bisa bertugas sebagai auditor dan tugas mahasiswa hanya membayar kewajiban kampusnya.

“Tuntutan mereka itu adalah tuntutan yang mengada-ngada yang tidak perlu harus demo,”tutupnya(*)

Pin It on Pinterest