Tim dari Pemprov Sultra bersama tim dari Pemkot Baubau dan tim dari Pemkab Busel meninjau bersama lokasi tapal batas

Peliput : Amirul
BATAUGA,BP-Pemerintah Provinsi (Pemrpov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Biro Pemerintahan mengutus Abdillah Zuchri Joenoes, SH selaku Kepala Bagian Pemerintahan untuk memfasiltasi pertemuan finalisasi perbatasan wilayah Buton Selatan dan Kota Baubau
Batauga, Senin (12/10)

 Tim dari Pemprov Sultra bersama tim dari Pemkot Baubau dan tim dari Pemkab Busel meninjau bersama lokasi tapal batas
Difasilitasi Pemprov Sultra bersama tim dari Pemkot Baubau dan tim dari Pemkab Busel meninjau bersama lokasi tapal batas

Pertemuan finalisasi kedua belah pihak sebagai tindak lanjut dari hasil kesepakatan Rapat Virtual yang difasilitasi oleh Kementrian Dalam Negeri dan lintas sektor pada Selasa (6/10) yang mana disepakati tapal batas dikembalikan pada titik perbatasan sesuai Undang-Undang Pembentukan daerah masing-masing yaitu Undang-Undang nomor 13 tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Baubau dan Undang-Undang nomor 16 tahun 2014 tentang Pembentukan Kabupaten Buton Selatan.

“Semoga dengan pertemuan fasilitasi kali ini bisa menghasilkan titik temu terkait tapal batas kedua daerah, karena ini sudah menjadi pertemuan yang kesekian kalinya dan diharapkan tuntas menggigat kedua daerah membutuhkan data tersebut terkait dokumen RTRWnya,” tutur Abdillah Zuchri Joenoes

BACA JUGA: Gentar Minta Pemkot Baubau Perjelas Tapal Batas Baubau-Busel

Ia menambahkan, penentuan tapal batas tidak menghilangkan hak kepemilikan masyarakat atas tanah tersebut hanya menjadi batas administrasi jika ada keperluan sehingga masyarakat diharapkan dapat memahaminya.

Turut hadir pada pertemuan fasilitasi yang berlagsung di aula Kantor Camat Surawolio perwakilan dari masing-masing daerah, Kota Baubau diwakili Asisten I Setda Kota Bapak Drs. Rahmat Tuta, M.Si dan Tim Teknis, Buton Selatan Asisten II Bapak Ir. La Ode Mpute, Staf Ahli, Kepala Bapeda, Kepala Dinas PU, Pariwisata, Infokom, Camat Sampolawa serta perwakilan masyarakat kedua daerah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Busel Ir. La Ode Mpute menyambut baik hal ini dan setuju mengembalikan tapal batas sesuai Undang-Undang pembentukan daerah masing-masing yang dikomparasi dan dicocokkan selanjutnya akan menjadi bahan tinjauan lapangan dan kesepakatan bersama.

Usai melakukan pertemuan dan mendengarkan saran masukan dari berbagai pihak termasuk perwakilan masyarakat Kecamatan Surawolio dan Kecamatan Sampolawa, maka ditindaklanjuti dengan peninjauan lapangan bersama Tim Biro Pemerintahan Provinsi untuk mengecek langsung lokasi titik-titik koordinat sesuai peta lampiran Undang-undang, yang nanti akan difinalkan dengan penandatanganan Berita Acara kesepakatan bersama. (*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest