Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Dinas Pendidikan Nasional, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Dikbudpora) Kabupaten Wakatobi mengundang sejumlah pemuda dari berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP). Guna meminta masukan terkait perumusan rencana strategi program kerja dibidang Pemuda dan Olah Raga.
Bidang Pemuda dan Olah Raga, pada nomenklatur kelembagaan baru telah berpisah dari Dikbudpora menjadi satu unit kerja tersendiri yakni Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Wakatobi. Sebelum efektif menjalankan tugas pokok dan fungsinya, tentu harus ada perumusan program sebagai landasan untuk menjalankan roda pemerintahan dibidang olah raga.

Sekretaris Dikbudpora Wakatobi, La Ode Urfin, mengungkapkan dalam kelembagaan baru nanti Bidang Pemuda dan Olah Raga yang selama ini berada di Dikbudpora akan terpisah dan menjadi satu unit kerja kerja sesuai nomenklatur yakni Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Wakatobi.

Sebelum Dinas Pemuda dan Olah Raga memiliki otonom tersendiri lanjut La Ode Urfin, tentu harus ada rencana strategis (renstra) dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi. Untuk menyusun renstra program kedepan maka peran pemuda sangat diharapkan.

“Sebelum perda kelembagaan baru berjalan dimana ada Dinas Pemuda dan Olah Raga, tentu sudah harus ada renstra program agar unit kerja yang baru ini bisa kerja maksimal sesuai tupoksinya. Untuk menyusun enstra program maka peran pemuda sangat diharapkan sehingga program kerja nanti benar-benar mewakili aspirasi pemuda kaitannya dengan peran pemuda dalam membangun daerah,” terang La Ode Urfin, usai membuka diskusi pemuda di Wangi-Wangi Kamis (20/10).

Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olah Raga Dikbudpora Wakatobi, Sahibudin, menambahkan jika program kerja Dinas Pemuda dan Olah Raga Wakatobi kedepan harus menyerap aspirasi pemuda. Karena pemuda generasi penerus bangsa. Pemuda sebagai estafet pembangunan dibutuhkan masukan.

“Kita harapkan masukan pemuda dalam menyusun renstra program kerja Dinas Pemuda dan Olah Raga. Jika menurut pemuda dalam membangun daerah bisa dilakukan dalam berbagai event olah raga, maka pengelolaan dan pengembangan olah raga termasuk atlitnya harus fokus dibidang apa saja,” tambah Sahibudin.

Dilain waktu, Sekretaris Daerah (Sekda) Wakatobi Juhaidin, mengatakan perda kelembagaan baru menunggu tindak lanjut Peraturan Bupati (Perbup). Sambil menunggu Perbup maka tim khusus yang dibentuk sementara menyusun program kerja untuk setiap unit kerja sesuai nomenklatur.

“Perda kelembagaan baru sudah ada kebetulan hasil perbaikan dari Gubernur Sultra sudah selesai juga. Namun untuk pelaksanaan perda kelembagaan baru ini tentu harus ditunjang dengan Perbup. Kita upayakan akhir tahun 2016 ini sudah efektif. Karena APBD Wakatobi Tahun 2017 sudah mengacu pada kelembagaan baru,” tukas Juhaidin. (***)