Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP-Kasus video mesum pelajar di Kota Baubau yang sempat viral setelah ditangani Bapas kelas II Kota Baubau dengan upaya diversi selama dua kali, akhirnya kedua belah pihak dari keluarga bersepakat damai.

Proses mediasi yang dilakukan terhadap kasus video mesum pelajar dengan diversi berakhir damai, Foto Arsip bapasbaubau.org

Kepala Bapas Kota Baubau Sri Maryani SH MSi dalam rilis persnya mengungkapkan mediasi pada disversi pertama sempat mendapat penolakan dari keluarga korban.
Pasalnya, keluarga korban merasa keberatan dengan telah beredar dan menyebarnya video tersebut dimedia sosial melalui pesan berantai baik melalui WhatsApp (WA) serta diberitakan oleh media cetak, media elektronik, melalui chanel YouTube hingga televisi nasional.

“Penyebaran video ini dilakukan oleh satu orang tersangka dewasa dan tiga orang tersangka anak yang masing-masing berinisial L, YS, LM, AJ, dan GS. Dalam proses mediasi sempat memanas dan terjadi penolakan damai pada diversi pertama,” kata Sri Maryani, Selasa (15/02/2022).

Setelah dilaksanakannya musyawarah untuk kedua kalinya, kata Sri Maryani dengan mempertemukan para pihak yang di fasilitasi penyidik PPA Polres Baubau dan turut dihadiri perwakilan pemerintah daerah yaitu DP3A Kota Baubau pada Senin 14 Februari 2022 bertempat di aula lantai II Reskrim Polres Baubau, tim mediasi Bapas Baubau yang diketuai oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Madya Sufriadi bersama PK Ahli Muda Rosfiana, PK Ahli Muda Jamaluddin, PK Ahli Muda Dewi Safriati, dan PK Ahli Pertama Chandra Kurnia Pratama berhasil mendamaikan kedua belah pihak dan menyelesaikan perkara melalui diversi yaitu pengalihan perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses diluar peradilan pidana dengan mengacu pada UU No. 11 tahun 2012 dan PP No. 65 tahu 2015 tentang Diversi dengan syarat Anak membayar denda sebesar Rp15 Juta.

baca juga: Pekan Kedua Februari 2022, Harga Telur Ayam Kembali Normal di Baubau

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa untuk kasus video yang viral menimpa pelajar di Kota Baubau yang masih dibawah umur, proses diversi yang ditangani Bapas Kota Baubau hanya dikenakan pada tiga orang saja. (***)