– Abdul Rahim: Tidak Ada Pilihan Lain, Proyek Ini Harus Selesai

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Meski terkendala tidak terbitnya izin lingkungan, namun Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Baubau, Abdul Rahim tetap optimis dapat merampungkan pembangunan Bypass Bungi-Waruruma.
Abdul Rahim memastikan, pembangunan bypass ini akan terselesaikan, karena merupakan kebutuhan masyarakat Kota Baubau ditengah keterbatasan infrastruktur jalan poros Anoa yang menghubungkan Kota Baubau dan Buton bagian utara. Dia menilai, saat ini jalan Anoa sudah kurang memadai dalam melayani mobilitas penduduk Kota Baubau kedepannya.
“Pembangunan bypass ini pasti akan dilanjutkan, mungkin ada orang yang beranggapan tidak jadi bangun bypass, hanya persoalan waktu saja yang tertunda. Tidak ada pilihan lain bypass harus terbangun, karena aktivitas ekonomi, pendidikan maupun pemerintahan, sangat tinggi ditiga kecamatan itu, Bungi, Kokalukuna, Lealea,” katanya.
Selama ini, aktivitas masyarakat Kota Baubau di Kecamatan Bungi, Kokalukuna dan Lealea, hanya bertumpu pada Jalan Anoa yang berstatus sebagai jalan Nasional. Jalan ini tidak bisa dikembangkan oleh Pemerintah Kota Baubau, sehingga pembangunan bypass menjadi kebutuhan yang urgent. Bahkan Abdul Rahim menyebutkan, Jalan Anoa adalah jalan nasional tersempit di Dunia.
“Jalan Anoa ini juga yang menghubungkan Kota Baubau dengan Buton Utara. Apalagi sekarang sudah ada jembatan Puma, sehingga semua kegiatan di wilayah itu bertumpu di Jalan Anoa, termasuk jalan trans Sulawesi Tenggara yang sudah berfungsi, semuanya bermuara di Jalan Anoa,” tuturnya.
Salah satu mega proyek di Kota Baubau ini, nantinya akan terkoneksi dengan pelabuhan Kontainer yang akan dibangun di Lakologou, dan Stadion Utama Kota Baubau di Kecamatan Lea-lea. Sehingga mau tidak mau Pemerintah Kota Baubau harus menyelesaikan proyek bypass ini.
“Kalau mobil kontainer lewat Jalan Anoa, maka tinggal tunggu jatuhnya lagi. Contohnya tiga bulan lalu ada mikrolet jatuh dijurang dan beberapa kecelakaan lainnya. Maka adanya bypass ini, merupakan salah satu grand strategi pembangunan infrastruktur di Kota Baubau,” terang Abdul Rahim.
Perlu diketahui, Bypass Bungi Waruruma yang terkndala izin lingkungan dengan panjang sekitar 300 meter, membutuhkan anggaran Rp 6 milyar. (**)