BAUBAU, BP- Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melalui Dinas Sosial (Dinsos) memastikan calon penerima bantuan langsung tunai masyarakat terdampak covid-19 tidak double.

Kepala Dinsos Baubau Abdul Rajab mengatakan, mekanisme penyaluran bantuan tersebut menunggu petunjuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra.

“Data (calon penerima bantuan-red) yang terkirim ke provinsi itu 19,667 KK. Ini kita masih menunggu, APBN kan memberikan kuota (bantuan-red) Sulawesi Tenggara itu 150,000 KK, kami di Baubau kita menunggu hasil pembagian dari provinsi, Baubau kena berapa dari kuota tadi,” katanya.

Jika dari kuota APBN 150,000 KK tersebut, Kota Baubau mendapat jatah misalnya 10,000 KK, maka sisanya adalah tangguhan APBD.

“Setelah ditentukan Baubau kena sekian, berarti tinggal sekian, itulah yang kita eksekusi melalui APBD, karena kita belum tau, dari 150,000 kuota provinsi berapa jatahnya Baubau,” jelas Abdul.

Data calon penerima bantuan tersebut, tegas Abdul, merupakan hasil validasi para lurah beserta jajarannya menindak lanjuti surat gubernur belum lama ini.

“Data ini adalah yang dilakukan oleh lurah dan jajarannya, menanggapi surat gubernur. Kemudian mereka (pemprov-red) juga akan melakukan verifikasi, jangan sampai double-double, karena mereka juga punya basic data,” tegasnya.

“Yang jelas kalau sudah ada gambaran dari provinsi, kita eksekusi,” tambah Abdul Rajab.

Meski belum ada petunjuk resmi, ia memperkirakan, bantuan yang akan diberikan berupa sembako. “Skenarionya ini dalam bentuk sembako, tapi kita masih menunggu juga ini, BLT-kan langsung tunai, kemungkinan di Kota Baubau dalam bentuk sembako,” tutupnya.

Peliput: Gustam

Pin It on Pinterest