Peliput: Anton – Editor: La Ode Adrian

LABUNGKARI, BP – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Buton Tengah sedang membentuk korps Taruna Penanggulangan Bencana (Tagana). Namun berdasarkan pengakuan Kepala Dinsos Buteng Drs Asmuni Abdullah, pembentukan Tagana telah direncanakan sejak tahun 2013 sebelum pemekaran Kabupaten Buton Tengah sebagai daerah otonom, yang baru kini dibentuk kembali.

Dijelaskan, untuk memenuhi standar program dan kegiatan, maka Dinas Sosial Buteng telah memprogramkan pemasangan perangkat alat komunikasi yang terhubung langsung dengan pihak Kementerian Sosial RI sejak dua minggu lalu. Namun dikarenakan kekurangan alat yang memadai, sehingga hal itu ditunda untuk sementara waktu.

“Pembentukan Tagana ini sejak tahun 2013 kemarin memang kita sudah rencanakan, alat komunikasinya Tagana itu mau dipasang dari dua minggu yang lalu tapi ternyata ada alatnya yang kurang,” kata Asmuni Abdullah akhir pekan lalu.

Dilanjutkan, Dinsos Buteng terus mengupayakan terbentuknya Korps Tagana, yang mana pada era sebelumnya Tagana merupakan skala prioritas dan menjadi ujung tombak Kementerian Sosial dalam menangani bencana alam maupun kebutuhan sosial di tengah masyarakat.

“Tagana ini kita sementara bangun, bagaimana strukturnya dan sebagainya. Kemudian Tagana ini kan sebelumnya adalah program prioritasnya Kementerian Sosial, tapi kemudian hari ini sudah di bayang-bayangi bahkan sudah lebih menonjol program PKH, tapi kalau di daerah-daerah rawan bencana maka Tagana ini sudah jadi ujung tombak kegiatan dilapangan,” katanya.(*)

Pin It on Pinterest