RUMBIA, BP- Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bombana gencar mengadakan sosialisasi Verifikasi dan Validasi Data Terpadu Kesejahtraan Sosial (DTKS) guna mendapatkan data riil bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk Program Sembako. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Bombana, Rabu (12/02).

Harrys Rianto selaku Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Dinsos Provinsi Sultra sebagai Narasumber mengatakan, tujuan diadakannya sosialisasi DTKS yakni untuk memberikan pemahaman kepada Tenaga Kesejatraan Sosial Kecamatan (TKSK) agar menyajikan data yang benar-benar valid.

” Kami lakukan verivalid bersama Dinsos Bombana untuk menyisir data-data penerima apakah penerima layak atau tidak mendapatkan bantuan ini. Jadi kita akan sisir semua agar program ini tersalurkan,” tuturnya.

Ditambahkannya, data yang sudah diverivali akan digunakan untuk pemberian bantuan Program Sembako berupa nominal uang sebanyak Rp150.000 per KPM (Keluarga Tidak Mampu).

” Bantuan program sembako ini berupa uang dengan nilai nominal Rp 150.000 per KPM, jadi bantuan tersebut bisa di belanjakan ke e-Warong yang sudah disiapkan oleh pemerintah berupa sembako,”ulasnya.

Dijelaskan, pada dasarnya program sembako sudah berjalan sejak lama, dimana sebelumnya dikenal dengan sebutan Raskin, Rastra, hingga Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Namun, di tahun 2020, pemerintah mengganti menjadi program sembako.

” Sebenarnya program ini sudah lama berjalan, dulu masih menggunakan nama Raskin, Rastra hingga Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan sekarang diganti jadi nama Program Sembako dan penyaluran pertama dibulan Februari ini untuk Kabupaten Bombana,” terangnya.

Ia berharap, kegiatan ini benar-benar dilaksanakan sesuai dengan aturan agar mendapatkan data yang valid dan benar sehingga pelaksanaan pemberian bantuan sosial itu bisa tepat sasaran.

Diketahui, yang hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut yakni Kepala dinas terkait dan Kepala BPJS, Kansilog Bulog, Camat dan TKSK Kabupaten Bombana.

Peliput: Agus Saputra

Pin It on Pinterest