BAUBAU, BP – Kota Baubau kini mulai muncul banyak pengemis. Meski belum begitu banyak, namun jika terus bertambah akan sangat mengkhawatirkan.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Baubau Abdul Rajab ditemui belum lama ini. Menurutnya perkembangan Kota Baubau yang semakin hari semakin berkembang, kemunculan pengemis sulit dihindari.

“Jika terus ada peningkatan tentu ini mengkhawatirkan. Jadi ke depan, dengan kota kita yang semakin berkembang, harus diantisipasi jangan sampai membludak, kita tidak bisa kendalikan,” tuturnya.

Lanjutnya, para pengemis ini lebih banyak berasal dari luar daerah seperti Kabupaten Buton Tengah (Buteng). Juga ada beberapa anak-anak dari Kota Baubau yang menjadi pengemis, padahal orang tuanya memiliki kemampuan.

“Setelah kami interogasi, ternyata orang tuanya memiliki kemampuan, hanya sengaja anak ini melakukan hal tersebut. Kemudian yang lainnya dari Buteng paling banyak,” ungkapnya.

Tidak hanya pengemis, banyak pula orang gila yang berkeliaran, bukan asli warga Baubau. Namun pihaknya mengakui, Kota Baubau belum memiliki panti rumah tinggal untuk gelandangan, pengemis, maupun orang terlantar.

“Jadi sebenarnya kami selalu berupaya monitoring. Tetapi saat kami berada di lapangan, kadang juga mereka menghindar,” katanya.

Dinsos Baubau sendiri sudah pernah melakukan verifikasi data jumlah pengemis di tahun 2018-2019. Hasilnya ada sekitar puluhan orang menjadi pengemis, dan sekitar 15 orang di antaranya adalah warga Baubau.

“Tetapi yang 15 itu pun bukan pengemis asli. Sementara banyak pengemis ini ada di kawasan Pantai Kamali, Kotamara. Sekarang muncul lagi di perempatan jalan lampu merah,” paparnya.

Para pengemis ini terdiri dari anak-anak maupun juga orang dewasa. Karena belum memiliki panti untuk orang terlantar, maka pihaknya berencana untuk membangun kerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menertibkan para pengemis ini.

“Tetapi kita masih susun strategi karena belum dianggarkan juga, jadi masih dalam tahap menyusun komitmen bersama. Supaya anak-anak ini kita razia dulu dan berikan pemahaman,” jelasnya.

Peliput: Zaman Adha

Pin It on Pinterest