Arfahu


Laporan : Hasrin Ilmi
BAUBAU,BP-Direktur PT Sifa Abadi Busoa Minta, Arafahu meinta kepada aparat Polres Buton untuk secepatnya mengungkap kasus yang dilaporkannya. Pasalnya, kasus pelemparan bom molov di kediamnnya beberapa waktu lalu hingga kini belum ada kejelsannya.

Demikian diungkapkan Arfahu kepada Baubau Post via telepon selulernya kemarin.

Arfahu
Arfahu

Dikatakan, sejak rumahknya dibom molotov tanggal 23 Agustus 2020 hampir dua Minggu kejadian ini pihaknya sudah melapor di Polsek Batauga dan Polres Buton. Namun , hingga saat ini belumada kejelsan dari kasus yang dilaporkannnya tersebut.

“saya telah melapor di Kepolisian Polsek Batauga dan sampai saat ini juga belum ada kabarnya. Padahal seharusnya Kepolisian harus bekerja lebih giat lagi untuk mengusut kasus ini, apalagi kita baru dipimpin Kapolda Baru dan Kapolres Buton yang baru tentunya ini menjadi pekerjaan rumah bagi institusi kepolisian karena ini adalah tindakan Teroris yang seharusnya menjadi perhatian bagi Kepolisian Republik Indonesia,”ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta perhatian kepada Bapak Kapolri sebagai Putra Daerah Sulawesi Tenggara. Tentunya semua pihak rumahnya tidak ingin diteror dengan bom Molotov Karena tindakan Teror Bom Molotov seperti ini seharusnya tidak terjadi di daerah Buton Selatan dengan julukan Busel Beradat.

“Saya berharap kasus ini menjadi perhatian bapak Kapolri karena ini sebagi bentuk kelaluan teroris ditengah negara NKRI saat ini,”harapnay.

Untuk itu, pihaknya berharap agar masalah ini bisa dituntaskan secepatnya. Selain itu, pihaknya menyangkan kejadian pemboman rumahnya di kelurahan Bosowa bisa secepatnya diungkap karena terkait dengan keselamatan masyarakat.

“Sudah hampir sepuluh tahun saya menjadi kontraktor namun baru kali ini saya di bom. Bisa jadi SMS yang meneror saya itu ada kaitannya dengan Pengeboman rumah saya. Akibat dari peristiwa pengeboman ini, anak dan istri saya sangat terganggu secara psikologis.

Ditambahkan, kepada Kepolisian Republik Indonesia dalam hal ini Kapolri dan Kapolda Sulawesi Tenggara turun tangan untuk mengungkap siapa dalang dibalik pengeboman ini.

“Saya minta secepatnya ditangani dan diunghkap siapa dalangnya, karean secar psikologi anak dan istri saya merasa diintimidasi,”tutupnya. (***)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

PPRB DEMO TUNTUT TRANSPARANSI PENGELOLAAN DANA COVID-19 dan MINTA KADIS KESEHATAN BUTON DICOPOT

Sejumlah pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Pemuda Pemerhati Rakyat Buton (PPRB), menggelar aksi demostrasi menuntut transparansi anggaran covid-19, di Perkantoran Takawa Buton, Senin (29/06).
“Kemudian dengan terpaparnya 27 Nakes menimbulkan tersumbatnya pelayanan publik terhadap masyarakat yang membutuhkan penangan medis di RSUD Buton. Maka untuk itu kami meminta kepada Bupati Buton untuk menggati Plt Dinas Kesehatan, karena kami anggap lalai dalam memerangi dan menangani covid-19 di Buton,” Ucap koordinator demonstran PPRB La Ovan Wabula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.