– Prof Zudan Arif: Kadis Dukcapil Bisa Ajak Walikota Untuk Serahkan Langsung KTP-El ke Rumah-Rumah Penduduk

Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Kehadiran Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh SH MH, Jumat (8/12), di Kota Baubau mendapat sambutan hangat dari Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH dalam rangka mensosialisasikan sistim kependudkan dan pencatatan sipil serta pemanfaatannya.

Walikota Baubau mengucapkan terimakasih kepada Prof Zudan Arif karena sudah bersedia datang sendiri di Baubau dan patut bersyukur karena daerah lain belum tentu mendapat pencerahan langsung dari Dirjen Dukcapil untuk masalah kependudukan dan pencatatan sipil ini.

Prof Zudan Arif yang jadi pembicara utama mengatakan sudah tiga kali datang di Kota Seribu Satu Benteng dan senang sekali bisa ketemu dengan masyarakat Kota Baubau mulai dari tingkat RT/RW sampai tingkat lurah dan camat.

“Kenapa saya semangat? Karena Walikotanya juga semangat sekali menerima kami dan Pak Wali ini sahabat saya sejak dulu, ” ucapnya.

Prof Zudan Arif menegaskan pertama semua layanan kependudukan itu adalah gratis, jadi tidak boleh ada pungutan. Semua dananya sudah dianggarkan dari APBN. Kedua persyaratan kepengurusannya dimudahkan.

Dia mengatakan pemerintah sudah punya manajemen strategi karena itu mengurus KTP-El setengah dari nyawa tiap individu karena mengurus apapun mulai mengurus SIM, berurusan dengan bank, berurusan dengan BPJS semua butuh KTP-El.

“Mengurus KTP-El cukup membawa kartu keluarga, tidak ada lagi pengantar dari RT/RW. Ada yang protes nanti ada tenaga kerja dari Cina atau dari malaysia kalau tidak ada pengantar dari RT/RW. Saya jawab oww… tidak semudah itu karena kita punya data base yang isinya lengkap terkait data kependudukan, ” jelasnya.

Dirjen Dukcapil pun mengajak kepada yang hadir agar jangan berani melakukan tindakan kejahatan atau sikap tidak terpuji lainnya karena muda terekam disisitim KTP-El ini. “Jadi saya ajak bapak jangan mau diajak demo-demo di Kantor Walikota atau di Kantor Gubernur, lalu bapak ibu terima uang 100 ribu. Kalau Pemdemo bayaran kena jempretan foto sama intel lalu dikirm fotonya ke Dikcapil maka anda akan didata sebagai pendemo seumur hidup. Kedepan, lawan penjahatpun tidak perlu pakai senjata. Karena intel dan kamera cctv akan aktif bekerja dan fotonya tinggal dikirim di Dukcapil maka tinggal diperbesar mukanya lalu dicari dan ditangkap,” katanya mencontohkan.

Prof Zudan Arif mengatakan data base mengenai identitas kependudukan sudah ada dalam komputer dan sistim Dukcapil mulai dari pusat sampai di daerah. Untuk kepentingan Pilkada dan Pemili pun tidak bisa pendatang baru langsung mencoblos di Kota Baubau kalau tidak ada nama dan NIKnya dalam database Dukcapil.

NIK itu, lanjutnya, dimiliki seseorang sejak lahir sampai seumur hidup. Walaupun individu berpindah lokasi tempat tinggal namun nomor NIK tidak akan berubah.

“Satu- satunya Dirjen yang melayani masyarakat hanya Dirjen Dukcapil. Saya ini aji mumpung. Mumpung saya lagi bisa bantu masyarakat. Malah saya mendorong akte kematian sebelum mayat sampai di rumah kalau meninggal di rumah sakit atau sebelum jenazah dimakamkan akte kematiannya sudah sampai di rumah. Nah ini sinerginya dengan RT/RW . Terimakasih Pak Wali sudah pertemukan saya dengan RT/RW, ” katanya lugas.

Bagaimana caranya program akta kematian sampai di rumah sebelum jenazah di makamkan? Prof Zudan Arif menjelaskan caranya begitu ada warga dilingkungannya yang meninggal maka RT/RW segera membuat surat keterangan kematian dengan mencatat nomor NIK dan nama orang yang meninggal.

Kemudian data itu di foto atau di scan lewat ponsel dan dikirim ke handphone milik Kadis Dukcapil melalui program Whatsapp dan data itu oleh Kadis diteruskan ke staf kependudukan dan pencatatan sipil untuk dicetak sertifikat kematiannya.

“Apalagi kalau Pak RT/RW ini diberikan ponsel Samsung seri 7 pasti lancar, ini bercanda sapatau malaikat lewat. Jadi nomor handphone Pak Kadis Dukcapil dibagi-bagi ke RT/RW, ” ucapnya.

Dirjen Dukcapil mengingatkan bahwa semua unsu betul-betul melaksanakan amanah Presiden Jokowi untuk melayani masyarakat sampai ke pintu-pintu rumahnya. Katanya, pemerintahan sekarang sudah berubah dan selalu berupaya untuk melakukan pelayanan maksimal, karena pelayanan kita sekarang ini sudah semi online.

“Jadi Kadis Dukcapil dan stafnya harus rajin-rajin turun di RT/Rw untuk merekam. Tapi masyarakatnya juga harus bisa bekerja sama. Jangan petugas Dukcapil begitu mau melakukan perekaman malah masyarakat yang tidak siap, mintanya besok atau waktu lain. Kalau perlu untuk turun merekam dan menyerahkan KTP-El ke masyarakat ajak Pak Walikota, ” katanya menganjurkan.

Terakhir dia menjelaskan Bagaimana mengurus pindah penduduk tanpa harus pulang kampung. Prof Zudan Arif mencontohkan misalnya ada penduduk

Prof Zudan Arif mencontohkan misalnya ada penduduk papua yang sudah lima tahun tinggal di Baubau. Lalu mau urus pindah dari Papua ke Baubau, maka tidak perlu pulang ke Papua. Cukup menhjadap ke Kadis Dukcapil di Baubau, kemudian Kadisnya akan menghubungi Kadis Dukcapil Papua untuk mengecek data penduduk yang bersangkutan. Setelah di cek ada datanya, lalu dibuatkan keterangan pindah penduduk dan datanya juga dikirim lewat Whatsapp.

“Sekarang ini ada grup Kadis Capil Se Indonesia di Whatsapp. Jadi bisa diproses juga secara online, Kalau pulang kampung kan biaya mahal lagi dan makan waktu” terangnya.

Prof Zudan Arif mengatakan persoalan yang dihadapi saat ini adalah pemahaman arti pentingnya administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, juga pemahaman pada beberapa perubahan mendasar dari UU No 23 tahun 2006 dengan diberlakukannya UU No 24 tahun 2013. “Kita harus tertib data base kependudukan, tertib penertiban NIK dan tertib penertiban dokumen kependudukan, seperti KK, KTP, dan akta pencatatan sipil,” kata Dirjen.

Oleh karena itu Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh SH MH selaku pihak yang paling berwenang dipersoalan ini merespon positif rencana Pemkot Baubau membentuk Forum RT/RW. “Hal-hal teknis tentu akan banyak terungkap dalam forum, dan forum ikut terlibat memberi solusi, semoga Kota Baubau bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya,” jelas Dirjen. (*)

Pin It on Pinterest