• Jimmy Hersandy: Rp 3 Miliar itu Belum Tertagi, Itu Masih Dalam Bentuk Billing, Belum Jadi Uang

Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Dirut PDAM Kota Baubau Jimmy Hersandi bersama mantan Plt Dirut PDAM La Ode Ali Hasan duduk bersama meluruskan informasi terkait tunggakan gaji PDAM Baubau kepada karyawaan PDAM yang bermula terjadi di tahun 2020. Jimmy Hersandi meluruskan bahwa keterlambatan membayar gaji kepada karyawannya bukan selama tiga bulan tapi itu terjadi hanya dua bulan. Kendala terlambatan pembayaran itu terjadi karena salah satu faktornya dipicu oleh pandemik corona yang masuk di Indonesia pada awal Maret tahun 2020.

Dirut PDAM Kota Baubau Jimmy Hersandy bersama mantan Plt Dirut PDAM Baubau La Ode Ali Hasan

“Memang betul itu ada tunggakan gaji dua bulan, itu masih dizamannya pak Plt Dirut La Ode Ali Hasan. Karena Corona tahun 2020, jadi saat itu PDAM dari segi pembayaran rekening itu sudah tidak bisa menutup lagi dalam artian seperti pembayaran rekening pelabuhan itu sudah mulai sangat minim sekali pendapatannya, sementara di pelabuhan pelni itu pendapatan PDAM yang paling utama. karena dia bisa menghasilkan pendapatan Rp 80 juta hingga Rp 100 jutaan,” jelas Jimmy Hersandi, di dampingi mantan Plt Dirut PDAM Baubau La Ode Ali Hasan, Kamis (03/02/2022).

Jimmy Hersandy melanjutkan dimasa pandemik corona tahun 2020 penghasilan PDAM Baubau dari menyuplai air di Pelabuhan Murhum untuk kapal Pelni menurut sangat drastis yaitu hanya Rp 5 juta per bulan. “Bisa dibayangkan dari biasanya ada 32 kapal pelni yang kami layani saat corona itu hampir nol, kapal tidak ada yang singgah di Pelabuhan Murhum Baubau dan pendapatan kita memang drop saat itu,” sambungnya.

Begitu juga dengan suplay ke pertamina TBBM Baubau, kata Jimmy Hersandi, biasanya PDAM bisa mendapatkan pendapatan hingga Rp 30-40 juta per bulan, namun saat corona 2020 itu, pendapatan turun drastis hanyua Rp 5 juta per bulan. “Itulah yang mendasari gaji kita tertunda sampai dua bulan,” katanya mengulangi.

Selain itu, lanjut Jimmy Hersandy, sebagaimana yang disampaikan Pak Plt Dirut PDAM La Ode Ali Hasan pada berita sebelumnya rupanya saat ada regulasi yang diatur bahwa penagihan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ditunda atau diberikian keringanan. “Dasarnya waktu itu karena usaha masayarakat kan tidak berjalan dengan stabil. Jadi pendapatan mereka berkurang. Jadi memang ada penundaan pada rekening tagihan pelanggan MBR,” tuturnya.

Beban lainnya yang mempengaruhi yaitu PDAM Baubau, kata Jimmy Hersandi, juga terikat dengan biaya operasional yang banyak. misalnya pembayaran program gaji pensiun (Gapenma) dimana setiap bulannya harus dan pasti dibayarkan Rp 50-60 juta, “Kan semua karyawan dapat itu.” ucapnya. Terus ada pembayaran Jamsostek, pembayaran jamnsotek tenaga kerja, biaya operasional sekitar Rp 38 juta per bulan, bayar pajak, “Pokoknya kalau ditotalkan semua bisa mencapai Rp 250 juta hingga Rp 300 juta per bulan,” tuturnya lagi.

Selain itu pula, lanjut Jimmy Hersandu, ada hal yang lain-lain yang harus ditutupi lagi yaitu masuknya hari raya otomatis pihak PDAM akan membayarkan satu bulan gaji yang berkaitan dengan tunjangan hari raya (THR).

“Terkait dengan pembayaran THR ini kita kasih pilihan kepada karyawan, kamuorang mau dapat THR atau bayar satu bulan gajimu? Mereka pilih THR. Kenapa pilih THR karena kalau yang sudah kredit berarti kalau pilih satu bulan gaji kan berarti tidak adami gajinya. Kalau pilih THR kan dia utuh gajinya, jadi itu pertimbangannya mereka pilih THR. Makanya kalau sudah mau tertutupi tunggakan gaji itu, masuk lebaran lagi, akhirnya tertunda lagi. Jadi ini juga yang mendasari kenapa gaji itu masih tertunda untuk dibayarkan,” tuturnya.

Jimmy Hersandi mengatakan THR itu merupakan kewajiban karena diatur dalam UU ketenagakerjaan sehingga tetap diutamakan dulu memenuhi kebutuahn karyawan dari sisi hari raya.

Selain meluruskan tunggakan gaji yang belum dibayarkan, Jimmy Hersandi juga meluruskan apa yang dikatakan Pak Plt Dirut PDAM Ali Hasan terkait dengan tagihan kepada pelanggan berjumlah Rp 3 miliar, menurut Jimmy Hersandi itu memang ada tapi belum tertagi.

“Dan tagihan itu sudah ada dari yang sebelum saya. Jadi itu piutang yang belum tertagih di pelanngan, data itu merupakan tunggakan rekening yang belum membayar. Kalau itu sudah dibayarkan semua, maka tidak adalagi tunggakan gaji terhadap karyawan PDAM Baubau. Jadi solusinya memang kita masih terus melakukan penagihan terhadap pelanngan, ini masih berproses. Kesulitannya karena rekening pelanggan yang menunggak dia tertumpuk karena ditemukan ada pelanggan yang sudah tidak aktif lagi, ada juga yang sudah putus perlangganan, sehingga belum tertagi semuanya,”

Namun Jimmy Hersandi mengatakan terhadap rekening pelanggan yang menunggak itu datanya tetap ada, namun belum menjadi uang. “Tapi tetap kita terus menagih piutang itu, apa yang kita dapat itulah yang kita gunakan untuk menambah membiayai operasional,” katanya mengulangi. Jimmy Hersandy menandaskan untuk pembayaran gaji tahun 2021 tidak ada masalah, “pembayaran normal tidak ada tunggakan,” tuturnya.

Untuk membayar gaji karyawan PDAM Baubau, Jimmy Hersandy mengungkapkan itu diambil dari 70 persen penghasilan PDAM Baubau. “Jadi bisa dibayangkan bila ada kemacetan penagihan kepada rekening pelanggan atau bila terjadi penurunan terhadap penghasilan karena corona yang lalu, tentu itu sangat-sangat berpengaruh terhadap pembayaran gaji karyawan,” jelasnya.

Sementara itu mantan Plt Dirut PDAM Kota Baubau La Ode Ali Hasan mengatakan apa yang dijelaskan oleh Dirut PDAM Kota Baubaui Jimmy Hersandy sudah sesuai dengan kondisi perusahaan yang sebenarnya. “Saya kira sebenarnya kita sudah ketemu dengan direktur PDAM Baubau Pak Jimmy sudah jelas apa. Karena alasan corona tapi ini saya yakin ini akan segera bisa teratasi,” tuturnya.

baca juga: Plt Wali Kota Baubau : Konsultasi Publik Media Pembentukan Komitmen Perangkat Daerah dan Pemangku Kepentingan

Ali Hasan mengatakan apa yang dikatakannya pada media pada pemberitaan sebelumnya terkait tagihan pelanggan PDAM sedikitnya Rp 3 miliar rupanya itu masih dalam bentuk billing, atgau masih dalam bentuk piutang, belum dapat tertagih, “Kalau itu tertagihkan maka pasti sudah tuntas masalah tunggakan gaji karyawan yang dua bulan itu. Dan benar, solusinya memang harus didorong penagihan itu,” jelasnya. (***)

Comments are closed.