Fitrianti SPd MSi

-Kabid Pembina SD, Fitrianti: Jangan dulu Wawancara

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Di tengah merebaknya pandemi Covid19 khususnya di wilayah zona merah (redzon), umumnya satuan pendidikan baik di jenjang SD, SMP, hingga SMA/Sederajat akan menghentikan segala aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan belajar tatap muka langsung di sekolah.

Fitrianti SPd MSi
Fitrianti SPd MSi

Kendati demikian, terlihat instruksi Pemerintah Pusat yang dituangkan dalam Surat Edaran Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid19 tersebut tidak diterapkan secara bijak oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Pasalnya, diketahui ada beberapa lembaga pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) di Baubau yang rupanya nekat melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka langsung di sekolah, salah satunya SDN Kalia-lia yang berada di Kelurahan Kalia-lia Kecamatan Kalea-lea.

“Banyak orang tua siswa yang tidak memiliki Handphone android sehingga proses tatap muka dilakukan, namun dikurangi jumlah siswanya atau dishift untuk mengefektifkan proses pembelajaran di masa pandemi Covid19,” ungkap Kepala SDN Kalia-lia Rufina SPd SD, Jumat (18/09) lalu.

“Kami tetap mengikuti protokol kesehatan, dan siswa yang datang ke sekolah hanya memakai baju bebas rapi dan waktu mereka di sekolah hanya 15 menit,” lanjutnya.

Tak hanya itu, belum lama ini SDN Kalia-lia juga telah melaksanakan kegiatan Ulangan Tengah Semester (UTS) secara tatap muka di sekolah.

Meski berunsurkan niat baik, namun aksi nekat yang dilakukan pihak sekolah dengan menggantung keselamatan siswa demi memperoleh pendidikan terbilang beresiko.

Terlebih, status Kota Baubau saat ini masih Zona Merah, dan temuan Covid19 di Baubau pun terus mengalami progres peningkatan yang signifikan.

Sebagai informasi tambahan, sekolah yang melaksanakan kegiatan belajat tatap muka tidak hanya diterapkan oleh SDN Kalia-lia, namun juga ada beberapa SD lainnya.

Saat media Baubau Post ingin mengkonfirmasi terkait persoalan tersebut, Senin (22/09) Kepala Bidang Pembina SD, Disdikbud Baubau Fitrianti SPd MSi malah menutup diri. Dikatakan, dirinya tak ingin diwawancarai.

“Jangan dulu wawancara, saya lagi tidak enak badan,” ujar Fitrianti saat sedang mengobrol dengan sesama pegawai lainnya di Kantor Disdikbud Baubau.

iklan corona baubau
iklan

Ditempat yang berbedah, Kepala Bidang Pembina SMP, Disdikbud Baubau Masful Zidy SPd MM saat ditemui di ruangan kerjanya mengungkapkan, dirinya juga sering melihat aktivitas siswa yang sering datang ke sekolah khususnya di daerah pelosok Kota Baubau.

Namun, dirinya menepis bahwa siswa ke sekolah hanya datang untuk mengambil tugas. Padahal, sudah sangat jelas pernyataan pihak sekolah yang mengakui adanya kegiatan belajar tatap muka di kelas.

“Sebenarnya tidak ada tatap muka. Mereka ke sekolah hanya mengambil tugas namun dengan berpakaian seragam. Contohnya, kaya di Kolagana,” jelasnya.

Terlepas dari itu, pihak Disdikbud Baubau juga nampaknya mentolerir jika siswa datang ke sekolah untuk mengambil tugas-tugasnya. Padahal, aktivitas ini pun dinilai berpotensi besar dalam peningkatan kasus Covid19 di Baubau.

“Artinya, kan dekat itu rumah dengan sekolah. Dari pada mereka di rumah mendingan mereka pakai baju sekolahnya dan pergi ke sekolah untuk mengambil tugasnya,” tandas Masful. (*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest