BAUBAU, BP- Sebagian besar lembaga pendidikan jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) di Kota Baubau minim akan ketersediaan tenaga pengajar (Guru) berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS.

Menanggapi hal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Baubau melalui Kepala Bidang Pembina TK Ratia SPd saat ditemui di ruangan kerjanya, Rabu (18/03) meminta agar Pemerintah Pusat dapat membuka lowongan CPNS bagi guru TK (Sarjana PAUD-Red) di Kota Baubau.

Pasalnya, tegas Ratia, selama ini Pemerintah Pusat tidak pernah membua lowongan pendaftaran CPNS untuk guru TK khususnya lulusan kualifikasi pendidikan Strata Satu (S1) Sarjana PAUD di Kota Baubau.

” Pengangkatan tenaga PNS bukan lagi kewenangan Pemda, langsung di pusat. Nanti di pusat yang menentukan kuota-kuota itu, diusulkan melalui kebutuhan Pemerintah Daerah setempat. Tapi sampai hari ini kenapa belum ada? karena di Kota Baubau ini Sarjana PAUD hampir tidak pernah ada. Namun, alhamdulillah sejak tahun 2019 lalu Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) telah membuka Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” teranganya.

Untuk diketahui, jumlah keseluruhan TK di Kota Baubau sebanyak 112 unit, namun yang masih aktif hingga saat ini hanya sebanyak 92 unit. Tiga diantaranya merupakan TK Negeri (TKN) milik pemerintah, dan sisahnya masih berstatus swasta atau milik Yayasan.

Untuk pemenuhan tanaga guru ASN di sekolah negeri dinilai sudah cukup. Namun untuk di sekolah swasta terbilang memprihatinkan.

” Kalau sekolah negeri, alhamdulilah tercukupi gurunya, tinggal sekolah swasta. Tetapi mereka yang sudah PNS ini diangkat pada tahun di atas 80an, yang sebagian besar guru-gurunya itu tinggal lima-enam tahun lagi sudah mau pensiun,” pungkasnya. (*)

Peliput: Nelvida A

Pin It on Pinterest