Peliput: Alamsyah/Hengki TA

BAUBAU, BP – Aksi sekelompok pemuda bertopeng dilengkapi dengan senjata tajam yang menggunakan mobil melintas di Kotamara selasa (22/11) sekitar pukul 17.30 wita. Kehadiran sekelopok pemuda bertopeng ini diduga ingin menyerang sekelompok pemuda yang saat itu nongkrong di Kotamara.

Meski sempat terpancing dengan kehadiran pemuda bertopeng tersebut namun suasana tidak berlanjut sampai konflik. Karena aparat kepolisian langsung mengankan lokasi kejadian.

Informasi yang diperoleh Baubau Post dari salah satu warga yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di Kotamara mengatakan, saat santai dipen rumahnya di kawasan Kotamara melihat sekelompok pemuda yang mengunakan mobil dengan memakai topeng serta membawa parang.

“Mereka datang mengunakan mobil, dengan bertujan ingin memancing pemuda Wameo, setela didatangi mereka lari,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang di Kotamara. Fadel mengaku nyaris terkena busur, dan para pedagang lainnya takut dan menunduk mengindar dari busur. “Saya hampir terkena busur, dengan menhindar cepat akhirnya mengenai motorku, dan para ibu juga menundukdan tiarap menhindar dari busur itu,” tuturnya.

Maymank Mananti salah satu pedagang kaki lima (PKL) yang biasa nongrong di Kotamara terpaksa menutup jualannya kerna takut ada kejadian yang tidak di inginkan. Apalagi, melihat sistuasi Kotamara yang sempat memanas.

“Saya tutup jualan karena melihat keadaan yang mulai tidak memungkinkan,” kata Mymank.

Usai kejadian tersebut pemuda Wameo bersiaga di Kotamara dan menunggu jangan samapi pemuda betopeng tersebut datang kembali.

Pantauan Baubau Post paska kejadian tersebut suasana Kotamara sangat lengang dan hanya terlihat pedagang yang sangat sepi pengunujung. Yang nampak hanya parat kepolisan yang berjaga jaga di kawasan Kotamara.

Untuk diketahui, pada malam sebelumnya, pihak anggota Polres Baubau, melakukan penjagaan hingga pukul 05.00, sebab dari kejadian Belasan pemuda Wameo mendatangi kampung Kanakea mencari pelaku keributan sebagai rentetan kejadian yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Mereka bernada kesal kepada aparat kepolisian karena tidak menangkap pelaku yang mereka cari. Puluhan aparat kepolisian pun memblokir jalan di Jembatan Gantung, tepat diperbatasan kampung Kanakea dan Kotamara (Wameo-red), Senin Malam (21/11). (*)