Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP-Pelaksana tugas (Plt.) Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse (LAM) mengikuti diskusi ringan bersama para developer yang ada di Kota Baubau. Kegiatan yang diinisiasi oleh PT. Bank Tabungan Negara (BTN), dilaksanakan di Aula Metro Entertainment Baubau, Sabtu (22/1/2022).

Plt Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse

La Ode Ahmad Monianse saat ditemui sejumlah media usai mengikuti diskusi tersebut mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya Bank BTN untuk mempertemukan pengembang dengan Pemerintah, untuk membahas beberapa persoalan yang berhubungan dengan properti.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah sambung rasa, mudah-mudahan beberapa saran dan masukan dari mereka akan menjadi dasar buat kami, di dalam melakukan upaya perubahan-perubahan yang berbentuk regulasi, tentunya regulasi yang mendukung iklim investasi,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Baubau ini menambahkan, dalam diskusi tersebut pihaknya bersama para Developer menyepakati, untuk menindak lanjuti forum tersebut dengan pertemuan secara rutin tiga bulan sekali, agar komunikasi antara Pemerintah dengan Developer terus tersambung.

“Dengan begitu, maka dinamika yang berkembang di antara para Developer perumahan ini terus terpantau oleh pemerintah. Sehingga kalau ada masalah-masalah yang muncul, maka kita dapat menyelesaikannya sesegera mungkin, tutur La Ode Ahmad Monianse.

“Dan ini adalah sebagai bentuk rasa tanggung jawab Pemerintah terhadap para pengembang perumahan kita. Karena kami menyadari bahwa para pengembang juga adalah salah satu faktor yang penting di dalam membangun Kota Baubau ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut La Ode Ahmad Monianse mengungkapkan, dalam diskusi tersebut para developer meminta agar diberikan kemudahan dalam berurusan. Misalnya prosedur pengurusannya diperpendek. Di mana, prosedur-prosedur tersebut telah diatur dalam regulasi yang ada selama ini.

baca juga: Plt Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse: Palagimata Sangat Layak Dimekarkan Jadi Satu Kelurahan

“Mungkin itu juga perlu kami evaluasi, termasuk ada beberapa nilai yang dianggap itu masih besar, sementara di daerah lain ada pengurangan. Maka kami pun akan mempelajari kembali regulasi-regulasi yang ada, sebagai upaya untuk mendukung kebijakan iklim investasi di Kota ini,” tutupnya.(***)

Comments are closed.