Pewarta: Amat Jr

BAUBAU, BP-Dinas Tenga Kerja (Disnaker) Kota Baubau menggelar Forum Grup Discussion (FGD) yang melibatkan pengusaha, pekerja, buruh, mahasiswa dan pemerintah dengan menghadirkan pemateri dari BPJamsostek dan BPJS Kesehatan Cabang Kota Baubau.

Kadisnaker Kota Baubau Mohammad Abduh, ditemui di Kantornya, Selasa (22/11/2022) menjelaskan mengapa dalam FGD itu pihaknya menghadirikan BPjasostek dan PBJS Kesehatan, alasanya untuk membangung kesepahaman terhadap para pelaku usaha yang ada di Baubau bahwa betapa pentingnya perannya dua lembaga itu dalam melindungi pekerja.

Kadisnaker Baubau Moh Abduh

“Kita berharap ada semacam kesamaan pendapat bahwasanya untuk melindungi tenaga kerja di Baubau ini negara hadir lewat BPJS Kesehatan dan BPJamsostek,” katanya lugas.

Meskipun tidak ada yang minta adanya kecelekaan kerja ataupun hal-hal yang terkait langsung antara pekerja dengan perusahaan, Janjut Moh Abduh, BPJamsostek ini hadir untuk membackup mengenai ketenagakerjaan. “Itu tujuan BPJS Ketenagakerjaan,” tambahnya.

Sedangkan BPJS kesehatan, lanjutnya, keterkaitannya dengan bagaimana peran saertat BPJS kesehatan membackup kesehatan pekerja sehingga hadirnya negara dalam melindungi para kpekerja juga dirasakan oleh para pekerja.

“Selain itu pihak pengusaja juga tidak merasa terbebani misalnya dengan membayar terlalu berat, maka kita hadirkan dua BPJS itu,” katanya.

Sedangkan tujuannya mengundang mahasiwa dalam FGD tersbut untuk memberikan gambaran bahwa dalam dunia kerja itu ada hak dan ada kewajiban, sehingga pengusaha itu tidak sekedar hanya menerima pekerja tanpa mengetahui hak dan kewajibannya.

Ditanya soal kemampuan pengusaha, mana yang lebih dahulu diutamaan para pengusaha, apakah mendaftarkan BPJamsoteknya terlebih dahulu atau mendaftarkan BPJS Kesehatan terlebih dahulu?

Moh Abduh mengatakan memang harus diakui bahwa membayar iuran PBJamsostek dan BPJS Kesehatan disesuaikan dengan kemampuan pengusaha itu sendiri. Namun kalau melihat besarnya iuran BPJamsostek, lanjutnya, nilainya sangat rendah tapi manfaatnya sangat besar karena disitu ada subsidi pemerintah.

“Sebagai contoh BPJamsostek itu hanya mengenakannya yang terkait dengan tunjangan kecelakan kerja dan tunjangan kematian. Itu nilainya sangat kecil hanya 1 persen dari penghasilan. jadi kalau punya penghasilan Rp 1 juta kan itu iurannya berarti hanya Rp 10 ribu. sementara manfaatnya besar,” jelas Abduh.

Pemerintah daerah, kata Muh Abduh, untuk tenaga kerja yang non ASN, semua diikutkan dalam dalam dua program itu. “Sekali lagi kita tidak berharap non ASN ini tidak terjadi kecelakaan, tapi kalau ada terjadi kecelakaan maka ada PBJamsostek dan BPJS Kesehatan yang backup

“Jadi baiknya untuk perusahaan itu daftar dua-duanya karena BPJamsostek dan BPJS Kesehatan memiliki sasaran yang berbeda,” kata Moh Abduh.

Dia pun menghimbau kepada para pengusaha agar mengikusetakan pegawainya pada program ini, sehingga pekerja itu merasa terlindungi, keamanan dalam bekerja, keamanan kesehatan dan memang menjadi tanggungjawab yang memberikan kerja.

baca juga: Nusuri: Kontingen Baubau Tidak Lakukan Mutasi Atlit untuk Berlaga di Porprov ke 14 Sultra

“Pekerja pun merasasa terlindungi dengan adanya proram PBJS itu dan kinerja juga semakin meningkat karena adanya kepercayaan yang tinggi antara karyawan dan pengusaha. Intinya ini kan kesejahteraan dan hadirnya negara misalnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya. (*)