drh Jusriati

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Dinas Pertanian (Distan) Kota Baubau cukup sulit menertibkan para pemotong hewan. Kendala utama, belum memadainya sarana prasarana.

drh Jusriati
drh Jusriati

Kabid Peternakan Distan Baubau, drh Jusriati mengatakan, untuk menertibkan para pemotong hewan, pihaknya harus membenahi Rumah Potong Hewan (RPH) di Waromsio, dan memfungsikan kios daging di Pasar Wameo. Ini berdasarkan permintaan para pemotong hewan.

“Kalau sudah ada itu kita bisa tegas, karena kita sudah ikuti permintaannya mereka (pemotong hewan) juga,” katanya.

Untuk itu, pihaknya kini tengah menyiapkan dana untuk membenahi RPH di Waromosio. Sebenarnya bangunan RPH Waromosio sudah tidak layak lagi, karena di beberapa bagiannya sudah rusak.

Sementara untuk bangunan kios daging di Pasar Wameo, hingga kini belum difungsikan. Masih harus ditambah lagi sarana, misalnya pengadaan air.

“Jadi para penjual daging sapi maupun ayam sudah diarahkan ke sana, tidak sembarang lagi menjual,” ujarnya.

Karena belum memadainya fasilitas, maka saat ini para pemotong hewan membuat tempat-tempat pemotongan hewan sendiri. Seharusnya pemotongan hewan dilakukan di RPH resmi di Waromosio.

Sebenarnya secara lokasi, RPH Waromosio masih memenuhi syarat, karena cukup jauh dari permukiman. Namun bangunannya, masih jauh dari kata layak.

“Aktivitas pemotongan tetap berjalan setiap hari, makanya mereka tidak ke sana (RPH Waromosio), karena alasannya itu. Jadi kami coba untuk memenuhi permintaannya mereka,” tandasnya.

Sedangkan untuk RPH yang terletak di Liabuku Kecamatan Bungi belum dapat digunakan. Pihaknya masih harus menyiapkan anggaran yang cukup besar agar memenuhi syarat RPH tipe B.

“Kalau RPH baru di Liabuku, sudah ada bangunannya tapi masih seperempat,” imbuhnya. (**)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel:

PU PROVINSI SULTRA PERBAIKI SEMENTARA JEMBATAN DI DESA LA UKI, BUTUR PAKAI DANA PEMELIHARAAN

JEMBATAN PENGHUBUNG YANG RUSAK PARAH INI DIPERBAIKI SEKITAR BULAN MEI 2020. JEMBATAN INI MERUPAKAN SATU-SATUNYA JEMBATANG PENGHUBUNG TIGA DESA DI KABUPATEN BUTON UTARA UNTUK MENUJU IBUKOTA KABUPATEN. MESKI HANYA MENGGANTI KAYU-KAYU YANG LAPUK, TAPI MASYARAKAT BUTUR AMAT BERSYUKUR ATAS RESPON YANG DIBERIKAN OLEH PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest