Peliput: Anton Editor : Hasrin Ilmi

LABUNGKARI, BP – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) saat ini fokus menggenjot program budi daya rumput laut, mulai dari pengadaan kebun, bibit sampai pada pembangunan pabrik pengolahan rumput laut.

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Buton Tengah Ir.Hj.Wa Ode Nurjannah, M.Si saat ditemui oleh Baubau Post belum lama ini memaparkan bahwa program yang dirancangnya tinggal melanjutkan program yang belum terlaksana, apakah itu kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), maupun Tugas Pembantuan (TP) dari dana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN).

“Program kami kedepan tinggal melanjutkan saja program yang belum terlaksana, baik itu terkait DAU, DAK, APBN itu TP atau Tugas Pembantuan, jadi kalau DAU kita sudah hampir semua diselesaikan, tinggal ada satu yaitu kebun bibit rumput laut, tapi itu sekitar 30% sudah berjalan, itu ada yang dari DAU dan DAK,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, kebun bibit rumput laut yang penganggarannya dari DAU pihaknya kebagian sekitar Rp. 310 juta yang disebar dibeberapa tempat diwilayah Kabupaten Buton Tengah.

“Kebun bibit DAU itu sekitar Rp 310 juta, tempatnya itu ada dibeberapa titik, salah satunya itu di Kecamatan Mawasangka Tengah, yang dari DAK juga bantuannya berupa kebun bibit,” kata Wa Ode Nurjannah.

Sedangkan, bantuan lainnya yang bersumber dari DAK yang belum lama ini diselesaikan yakni berupa pengadaan kapal penangkap ikan sebanyak 13 unit yang diperuntukkan bagi kelompok nelayan yang ada di 7 kecamatan wilayah Buteng.

“Bantuan yang sumber dananya dari DAK yang lainnya yang kita sudah selesaikan beberapa waktu lalu itu berupa bantuan kapal penangkap ikan yang 3GT, tadinya awal tahun itu seharusnya 15 unit, tapi setelah ada pemotongan dia tinggal 13 unit, dan itu untuk kelompok nelayan di 7 kecamatan yang ada di Buteng, jadi setiap kecamatan itu dapat 2 unit, tapi ada juga yang hanya dapat 1 unit, karena disesuaikan juga dengan jumlah anggota dalam kelompok itu,” tuturnya.

Selain itu, DAK berupa pengadaan karamba jaring apung 2 unit (ditempatkan di Talaga Raya dan Lolibu kecamatan Lakudo).
Kemudian untuk dana DAK yang lain, pengadaan karamba jaring apung, untuk tahun 2016 ini bantuan karamba jaring apung itu ada 2 unit, yang satunya di kecamatan Talaga Raya, yang satunya lagi di Kecamatan Lakudo di desa Lolibu,” ucapnya.

Ditambahkannya pula, dana APBN untuk tugas pembantuan, Buteng mendapat kurang lebih 24 miliar rupiah, sedangkan bantuan untuk pembangunan pabrik rumput laut kurang lebih 16 miliar rupiah.

“Kemudian dana APBN untuk tugas pembantuan itu untuk Buteng tahun 2016 ini kita dapat Rp 24 miliar kurang lebih, tapi dia kena pemotongan, kalau untuk pembangunan pabrik rumput laut itu kurang lebih Rp 16 miliar, tapi dia kena kry over, artinya dilaksanakan ditahun 2016 tapi nanti 2017 baru dibayarkan, jadi kalau pembangunannya itu sementara berjalan sekian persen, dan diharapkan itu akhir tahun ini sudah selesai, tapi pembayarannya itu nanti dia menyebrang ditahun 2017,” tandasnya. (#)