Kabid Tata Lingkungan Halfia

Peliput: Prasetio M

BAUBAU, BP- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Baubau kedepan bakal melauching pengembangan hutan kota seluas 21 hektar.Dimana pihaknya dalam pengembangan akan membagi kawasan hutan kota menjadi beberapa blok.

Kabid Tata Lingkungan Halfia
Kabid Tata Lingkungan Halfia

Hal itu diungkapkan oleh Kadis DLH Kota Baubau Muh. Salim melalui Kabid Tata Lingkungan, Halfia saat ditemui sejumlah awak media beberapa waktu lalu.

” Rencananya itu hutan kota yang kita akan kembangkan itu sekitar 21 hektar. Rencananya kita akan bagi perblok dan yang kita utamakan itu blok perlindungan untuk tumbuhan yang ada disana, kemudian kita tata untuk nanti bisa bermanfaat bagi masyarakat,” kata Halfia.

iklan corona baubau
iklan

Dikatakan, lokasi hutan Kota Baubau berada di wilayah kawasan Wakonti selain untuk perlindungan tumbuhan, juga bakal dibangun kawasan untuk umum yang tidak menggangu flora dan fauna yang berada di dalam kawasan tersebut. Namun saat ini pihaknya sementara menyusun detail desainnya serta kelengkapan dokumen administrasi untuk pemanfaatan lokasi kawasan hutan kota.

“Memang hutan kota ini kita bentuk dalam rangka perlindungan flora dan fauna. Kota Baubaukan akan menjadi kota maju nantinya, jadi harus ditunjang juga dengan adanya hutan yang masih bagus,” terangnya.

Lanjut, keberadaan hutan kota sudah terlebih dahulu ditetapkan melalui Perwali Kota Baubau dan langkah selanjutnya pihaknya melakukan pemetaan kawasan hutan kota. (**)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel:

Abu Hasan Selama 5 Tahun Jabat Bupati Buton Utara Tidak Pernah Berkantor di Buranga

Selama menjabat sebagai bupati Buton Utara (Butur) Abu Hasan tidak perna berkantor di kantor Bupati Butur yang dibangun di pusat ibu kota kabupaten Buton Utara itu yang tepatnya di Buranga kecamatan Bonegunu. “Kayaknya saya tidak perna liat. Saya tidak perna liat”. Kata Haendri Guntoro warga yang tinggal di depan kantor Bupati Butur. Kata Dia jika Bupati Buton Utara berkantor di sini (Buranga red) tidak mungkin kantor Bupati itu kotor seperti itu. “Kalau da berkantor pasti da bersih kantor, tapi kalau tidak berkantor makanya kantor da jelek begitu”. Katanya.
Terkait sorotan masyarakat Buranga yang mengatakan selama menjabat sebagai Bupati Butur Abu Hasan tidak perna berkantor di Buranga kecamatan Bonegunu sebagai pusat ibu kota kabupaten Buton Utara.
Sorotan tersebut diakui oleh Abu Hasan bahwa dirinya selama menjabat sebagai bupati Buton Utara tidak perna berkantor di Buranga.
Demikian kata Abu Hasan pada saat temui awak media usai meresmikan Mokodim Butur, Selasa ( 22/09).
“Kalau itu Saya akui berkantor secara formal tidak”. Singkatnya.
Lanjut Bupati Butur itu, mengatakan sejak awal dirinya menjabat sebagai bupati Buton Utara telah berusaha menggagas dan memfungsikan Buranga sebagai ibu kota kabupaten Buton Utara dan akan berkantor di Buranga namaun hal itu selalu gagal.
“Tapi diawal kepemimpinan saya, saya sudah coba untuk menggagas pemfungsikan Buranga sebagai pusat ibu kota, beberapa kali kita lakukan gagal menempatkan staf sebanyak seratus orang setiap kantor juga gagal”. Kata Abu Hasan.
Lanjut Abu Hasan, membeberkan juga penyebab kegagalan dirinya berkantor di Buranga karena kendala transportasi dan home stay. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest