Laporan: Ardi Toris

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dr Pangeran Abdul Azis

BAUBAU, BP- Program penanganan penurunan stanting di Kota Baubau menjadi salah satu program yang akan menjadi perhatian Pemerintah Kota Baubau tahun 2022. Kasus ini sudah teridentifikasi di 15 kelurahan di Kota Baubau. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau Doktrer Pangeran Abdul Azis mengatakan ini merupakan tergolong kasus kurang gizi dan bukan merupakan penyakit menular.

dr Pangeran pun menjelaskan mengapa sampai ada 15 kelurahan yang terkonfirmasi ada kasus stanting di Kota Baubau? hal itu berawal dari data yang dimasukan dari lintas OPD, lalu data-data itu dikirimkan ke pusat (mendagri-red) kemudian dimasukan dalam aplikasi. “Dalam aplikasi itu ada berbagai kriteria, data kita dari berbagai OPD berdasarkan temuan di lapangan dimasukan dan hasilnya keluarlah 15 kelurahan di Kota Baubau yang teridentifikasi kasus stanting,” jelasnya, sebagaimana di wawancara Baubau Post, Kamis (10/02/2022).

Dokter Pangeran juga meluruskan bahwa sebenarnya OPD yang menjadi koordinator dalam penanganan kasus stanting di Kota Baubau adalah Bappeda Kota Baubau, “Dinas Kesehatan itu merupakan tekhnisnya. Sedangkan lintas OPD yang terlibat yaitu ada PPPKB, ada Dinas Pertanian dll,” jelasnya.

Mengenai tindakan untuk mengatasi agar kasus ini dapat ditekan, dr Pangeran mengatakan penanganan dari sisi kesehatannya yaitu bagaimana memperbaiki status asupan gizi, termasuk pola makan. Untuk penanganan dari status stanting menjadi normal, lanjut dr Pangeran, tidak ada batasan waktunya, karena setiap individu memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda.

“Kalau ibu hamil ditangani dengan mengukur lingkar lengannya. Kalau terbaca kurang, maka asupan gizinya harus diperhatikan karena bila tidak maka bisa berpotensi melahirkan bayi yang tergolong stanting,” katanya.

baca juga: Miliki 45 Bungkus Narkotika Jenis Sabhu Seberat 41,46 gram, Dua Pemuda Asal Muna Ditangkap Satresnarkoba Polres Baubau di BTN Bukit Sari

Untuk pencegahan terhadap stanting, disamping melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada Ibu hamil, juga sejak pihaknya melakukan pemantuan terhadap individu sejak masa remaja, lalu memasuki pra nikah dan tentunya saat sudah menikah. “Diposyandu-posyandu para remaja itu diberikan edukasi mengenai penanganan stanting. Itu sudah kita lakukan dan terus berjalan,” ucapnya. (***)