Peliput: Prasetio M

BAUBAU, BP- Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama Pemerintah Kota Baubau, PT PNM (Persero) dan PT Pegadaian (Persero), dalam rangka pengawasan penyaluran bantuan bagi pelaku usaha dan pembiayaan ultra mikro tahun 2021 di Kota Baubau.

Ketua Komite IV DPD RI, H. Sukiryanto dalam sambutannya mengatakan, bahwa salah satu tugas dari Komite IV DPD RI yaitu pengawasan anggran APBN, termasuk UMKM dan Ultra Mikro, sehingga patner kerja adalah Kementerian Keuangan, Kementerian Koperasi,Bank Indonesia, dan OJK.

Foto bersama anggota Komite IV DPD RI bersama Wakil Walikota Baubau serta pejabat PT PNM dan PT Pegadaian

” DPD RI terbentuk untuk lebih mengakomodasi aspirasi daerah sekaligus memberi peran kepada daerah dalam proses pengembalian keputusan politik untuk hal-hal yang berkaitan langsung dengan kepentingan daerah,” ujar Sukiryanto.

Dikatakan, kunjungan Komite IV DPD RI ke Kota Baubau yaitu dalam rangka pengawasan atas pembiayaan Ultra Mikro oleh PT. PNM (Persero) dan PT Pegadaian (Persero) di Kota Baubau. ” Kami baru selesai rapat diakhir bulan kemarin dengan penanaman modal, direktur PNM dan direktur Pegadaian. Kami telah membahas itu semua, makanya kunjungan kami ini merupakan tindaklanjut atas apa yang disampaikan pada rapat fisik kami bersama yang lalu,” terangya.

Lanjut ia mengatakan, ada pun maksud dan tujuan kunjungan kerja ini yaitu untuk mendapatkan informasi yang konperhensip tentang realisasi Ultra Mikro di Kota Baubau, mengetahui informasi kondisi para pelaku UMKM dan ultra mikro di Kota Baubau, memastikan kebijakan penyaluran pembiayaan ultra mikro terimplementasikan dengan baik, memastikan bahwa kondisi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait telah berjalan dengan baik, serta memperoleh gambaran terkait peran Pemerintah Daerah, PT PNM (Persero) dan PT Pegadaian (Persero) dilam memberikan fasilitas pembiayaan kepada ara pelaku usaha mikro di Kota Baubau.

Menurutnya, UMKM memiliki kontribusi dalam peningkatan taraf hidup masyarakat, sehingga keberadaan UMKM telah menjadi ladang sebagaian besar masyarakat. Namun dikarenakan Pandemi Covid-19 saat ini, UMKM di indonesia sebanyak 48,6 persen terpaksa menutup usahanya, ini dikarenakan sebagian besar menurunnya permintaan domestik, penundaaan pengiriman, pembatalan kontrak pesanan, hambatan produk dan distribusi.

” Pemerintah telah melakukan sejumlah upaya agar para pelaku usaha mikro tetap bertahan dan tumbuh ditengah ketidak pastian kondisi perekonomian akibat pandemi Covid-19, salah satunya melalui Program pembiayaan Ultra Mikro yang menyediakan fasilitas pembiaayan kepada pelaku usaha mikro yang belum dapat mengakses program pembiayaan dari perbankkan,” tutupnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse dalam sambutannya mengatakan bawah salah satu visi dirinya bersama Walikota Baubau yaitu ingin menjadikan Kota Baubau sebagai kota yang maju, sejahtera dan berbudaya yang ditopang oleh empat pilar, dimana salah satu pilarnya yakni peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat yang berbasis ekonomi lokal sangat bersinggunangn erat dengan kegiatan rapat kerja hari ini.

” Satu kembanggan kami, Kota Baubau dijadikan tempat penyelengaaran rapat kerja, mudah-mudahan dalam rapat kerja ini kita mendapatkan beberapa langkah perbaikan dalam penerapan penyaluran bantuan bagi pelaku usaha mikro dan pembiayaan ultra mikro 2021,” ujar Monianse.

Tak lupa ia juga memberikan aparesiasi kepada PT PNM (Peersero) dan PT Pegadaian (Persero) yang sudah berpartisipasi dalam menyalurkan bantuan bagi pelaku usaha mikro dan pembiayaan ultra mikro kepada masyarakat.” Kami sangat berharap untuk peningkatan skala usaha dapat berkolaborasi dengan lembaga perbankkan maupun non perbankkan yang coba mendampingi kelompok-kelompok UMKM binaan beberapa dinas yang ada di Pemerintah Kota Baubau, karena ada beberapa kelompok UMKM yang bergerak di Kota Baubau ada yang mendapat binaan dari Dinas Koperasi, Dinas Perdagangan dan DInas Pariwisata,” tutupnya.

baca juga: Satgas Covid-19 Gelar Apel Pasukan Pemantau Prokes Di Pintu Masuk Kota Baubau

Untuk diketahui dalam rapat kerja tersebut selain dihadiri oleh Anggota Komite IV DPD RI, juga turut hadir Executive Vice Presiden PT. PNM Rahfie Syaefulshaaf, Pimpinan PT PNM Cabang Baubau, Iwan Razak, Senior Vice Presiden Unit Usaha Syariah PT. Pegadaian, Beni Martina Maulan dan Pimpinan Pt Pegadaian Cabang Baubau, Arifudin (*)