– Asmin: Lemah dalam Menjalankan Tugas dan Fungsinya

Peliput: Amirul Editor : Hasrin Ilmi

BATAUGA,BP-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buton Selatan dinilai matisuri karena tidak menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat sebagaimana diatur dalam perundang-undangan, hal itu dikatakan oleh salah satu tokoh pemuda Buton Selatan, Asmin.
Dikatakannya, DPR memiliki tiga fungsi, yakni legislasi, anggaran dan pengawasan. Ketiga fungsi itu, Ia menilai DPRD Busel tidak menjalankan sebaik-sebaiknya, faktanya fungsi pengawasan atas sejumlah proyek pembangunan sepanjang tahun 2016 yang dinilai tidak memiliki asas manfaat terjadi ditengah-tengah masyarakat, namun DPRD Busel seakan tutup mata dan tidak memilih taring dalam proses permasalahan tersebut.
“Faktanya berbagai permasalahan pembangunan fisik yang dikelola oleh pemerintah Buton Selatan menuai masalah bahkan pembangunan fisik itu dianggap tidak mempunyai nilai manfaat. Disini dimana peran aktif DPR?, tanya Asmin, saat ditemui didepan Kantor DPRD Buton Selatan beberapa waktu lalu.
Lanjutnya, Ia melihat posisi lembaga DPRD saat ini sangat lemah dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Kata Asmin, DPR tidak pernah mengambil langkah yang sesungguhnya sebagai wakil rakyat yakni menenrima dan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh rakyat Buton Selatan. Di fungsi legislasi, dalam kurung tahun 2016, DPR tidak satupun melahirkan perda, dari inisiasi masing-masing komisi, padahal tidak ada satupun sesuatu yang tidak diketahui oleh anggota DPR pada tataran kebutuhan masyarakat sementara itu juga anggota DPRD Busel silih berganti melakukan kunjungan kerja kedaerah lain.
“Mestinya DPRD proaktif melihat kondisi daerah ini karena Buton Selatan merupakan daerah otonomi baru yang baru berumur dua tahun mestinya DPR mempunyai kewajiban dan kewenangan untuk melahirkan perda yang lahir dari inisiasi masing-masing komisi untuk menjadi payung hukum peraturan daerah. Itu semata-mata untuk keberlangsungan pemerintahan dan keberlangsungan pembangunan, tapi apa buah tangan DPRD Busel hari ini?, ucapnya.
Ia menduga, sepertinya anggota dewan itu hanya menghabiskan anggaran didaerah ini, dan tidak mau memberikan nilai positif untuk daerah dalam menyosong Busel yang lebih baik, lebih maju dan setara dengan daerah maju lainnya.
“Kita tidak bisa biarkan beberapa pembangunan fisik, pada penetapan APBD tahun 2016 tidak ditindaklajuti dalam fungsi pengawasannya misalnya pembangunan reklamasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Kelurahan Laompo, kemudian yang ada didalam Bandar Batauga dan pasar di Sampolawa dan TPI, itukan semua bentuk pembangunan fisik, ada modus lain dibalik itu, karena tidak ada asas manfaat dirasakan oleh masyarakat, dari segi pekerjaannya, itu juga tidak ada pekerja-pekerja yang lokal terlibat secara langsung. Hingga semua kerja-kerja fisik itu menjadi temuan dan melanggar peraturan perundang-undangan direpublik ini karena tidak punya prosedur yang telah diatur undang-undang namun hanya dibangun begitu saja, jangan sampai modusnya hanya mencari keuntungan,” tuturnya

Ditambahkannya, disinilah DPR ditekan agar lebih proaktif didalam melihat gejala-gejala yang timbul dimasyarakat dan mengambil langkah untuk melihat mana yang menjadi skala prioritas dan yang bukan untul pembangunan daerah, kita membangun tapi itu tidak berdampak positif bagi masyarakat
“Saya berharap DPR kembali kepada rohnya sehingga roda pembangunan Busel kedepan akan menjadi lebih bermanfaat kepada masyarakat Busel,”pungkasnya.

Sebelumnya Ketua DPRD Busel, La Usman sudah sering mengingatkan anggota agar tidak malas berkantor karena banyak tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan. Karena sebagai wakil rakyat harus sadar bahwa duduk di DPRD atas amanah masyarakat.

“Kalau soal berangkat keluar daerah nomor satu cepat ditindaklanjuti, tapi soal rapat kerja jarang dihadiri. Kita sudah sering kali kita ingatkan, anggota malas berkantor seperti ini sudah bukan kali pertama, jangan kita pikir berangkat-berangkat keluar daerah. Sementara kewajiban, ada aspirasi masyarakat ketika kita ditanya kita tidak tau sebab anggota tidak pernah konfirmasi kita ,”katanya..(*)