Ratusan Petugas Kebersihan Silaturahim Bersama Walikota

Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Dua orang pasukan kuning dan hijau masing-masing La Aumdu dan La Apa memasuki masa purna bhakti. Keduanya sudah bekerja sebagai petugas kebersihan di wilayah Kota Baubau selama 40 tahun.

La Aumdu usai menerima bingkisan terima kasih dari Walikota Baubau menyatakan rasa terima kasihnya dan menyatakan sikapnya akan mendoakan dan bersikap akan mendukung AS Tamrin agar terus memimpin Kota Baubau untuk kedua kalinya.

Walikota Baubau Dr H AS Tamrin memberikan penghargaan kepada keduanya dalam acara silaturahim yang juga dihadiri294 pasukan kuning teridiri dari 196 petugas kebersihan, 76 penyapu jalan, 12 orang petugas komposter, dan 10 orang petugas motivator bank sampah dan pengelola sampah.

“Terkait pasukan kuning saya mengucapkan terimakasih sudah menjalankan tugasnya dan khusus yang sudah purna bhakti karena sudah memberikan kontribusi dan saya minta tetap jalin hubungan silaturahim,” ucap AS Tamrin, Minggu (03/12), di Kawasan Pantai Nirwana, Kelurahan Sulaa.

Walikota melanjutkan karena dharma bhakti semua sudah membuahkan hasil ditandai dengan mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat berupa tiga kali dapat piala adipura.

“Membangun daerah ini tidak boleh diklaim satu pihak, jadi semua pihak berkontribusi. Jadi semangat poantaantakata sudah berjalan di Baubau Ini. Kemarin ada yang menyarankan ke saya untuk kembali menaikan upah pasukan kuning dan hijau. Saya katakan sebenarnya 2017 ini ada kenaikan upah bagi pasukan kuning dan hijau, tapi karena ada Pilkada jadi dialihkan dananya sementara. Nanti selesai Pilkada baru ditinjau ulang rencana kenaikan upah itu, ” ucapnya.

AS Tamrin meminta adanya perubahan ini jangan lagi termakan hasutan, karena memang Baubau lagi ada hajatan Pilkada dan karena keterbatasan dana maka harus sabar sampai selesai Pilkada upah Pasukan kuning dan hijau akan dinaikan.

“Kalian, kita semua sudah bekrlerja baik-baik. Tetapi masih ada isu-isu katanya kita tidak membangun. Jadi ini mamang tantangan bagi saya dan kita semua untuk sama sama kita cerahkan masyarakat bahwa sudah banyak yangbkita bangun contohnya saja bandara sudah Bagus d

“Mari kita cermati kehidupan dengan kekompakan. Mari kita gemakan PO5. Banyak yang kritik terkait PO5 itu, saya katakan saya tidak merubah sarapatanguna, tapi saya mengadopsi sarapatunguna itu untuk memudahkan mengingat dengan sebutan PO5,” ucapnya.

AS Tamrin meminta agar PO5 itu jangan diperdebatkan tapi mari diplementasikan karena ini nilai yang dititipkan leluhur. AS Tamrin mengatakan justru memperdebatkan PO5 itulah yang tidak mengimplementasikan sarapatanguna

“Ini juga sebenarnya tergantung pendidikan seseorang. Karena nilai-nilai itu merupakan perpaduan ilmu pengetahuan, ilmu filsafat, dan hukum. Jadi kalau terbatas ilmu seseorang pasti sulit memahami PO5. Pobinci binciki kuli itu artinya tenggang rasa, empati, toleransi. Pobinci binciki kuli itu juga merupakan sistim nila hanya saja nilai ini merupakan causa prima dari empat nilai lainya, ” ucapnya.

Pertemuan silaturahim dengan pasukan kuning dan pasukan hijau berlangsung dalam suasana keakraban dam suasana kekeluargaan. (***)

Pin It on Pinterest