Laporan: Prasetyo M

BAUBAU, BP-Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau Dr Roni Muhtar, M.Pd saat menyampaikan ceramah ramadhan di Masjid Agung Kota Baubau, Rabu malam (21/4/2021) mengungkapkan tentang sesuatu yang sederhana tetapi terkadang susah diwujudkan dalam perbuatan dan tingkah laku yaitu soal kejujuran. Allah melalui firmannya dalam Al-Quran pada surat Al Ahzab ayat 70 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ, artinya:
Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perbuatan yang jujur dan benar. Bila kita mencoba menelaah pesan yang ada dalam Al Qur’an surat Al Ahzab tersebut, pesannya sangat jelas bahwa ciri orang beriman itu atau ciri orang mukmin itu ditandai dengan jujur.

Sekda Kota Baubau Dr HAS Tamrin

Dalam riwayat perkembangan Islam, Rasulullah SAW disebut Al Amin karena kejujuranya. Termaksud pula Sayyidina Ali yang menegaskan, bila seseorang itu jujur, maka dia akan mendapatkan 3 hal yakni: (1) kepercayaan, (2) cinta, dan (3) rasa hormat.

“Rasulullah mempraktekkan ini sehingga kemudian oleh masyarakat Arab ketika itu khususnya Mekkah menjuluki Al Amin karena jujurnya. Oleh itu, kita harus berusaha untuk menjadikan diri kita sebagai orang jujur baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan. Di sisi lain, kita juga harus terus mempercayai orang untuk perkataan dan tindakannya yang jujur. Jadi harus timbal balik,”ungkapnya.

Terkait dengan penerapan kejujuran pada aspek penyelenggaraan pemerintahan di Kota Baubau, Roni Muhtar mengakui bila jamaah sudah mendengar terkait masalah aset dalam hal ini limpahan aset Kabupaten Buton ke Pemkot Baubau. Dimana Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin, MH dan aparat di bawahnya sangat jujur menegaskan bila aset limpahan Kabupaten Buton ke Pemkot Baubau itu benar adanya. Dari sisi aturan, penyerahan seluruh aset tersebut sudah sesuai dengan perintah Undang-Undang. Artinya bahwa seluruh aset Kabupaten Buton yang ada di Kota Baubau secara hukum menjadi kewajiban Pemkab Buton untuk menyerahkan kepada Pemda Kota Baubau.

Penegasan tersebut sejalan dengan penegasan pejabat Kementerian Dalam Negeri dalam bentuk pernyataan lisan, pada rapat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sultra beberapa bulan yang lalu yang dilaksanakan di rujab Gubernur Provinsi Sultra yang dihadiri oleh Bapak Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, Bapak Kapolda Provinsi Sulawesi, Bapak Kajati Provinsi Sulawesi Tenggara dan para pejabat penting lainnya di Provinsi Sulawesi Tenggara, Bapak Walikota Baubau, Ketua DPRD Kota Baubau, Sekda Kota Baubau dan beberapa pejabat penting lainnya pada lingkup Pemda Kota Baubau, serta Bupati Buton, Ketua DPRD Buton yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRD Buton, dan pejabat yang mewakili Sekda Kabupaten Buton dan beberapa pejabat penting lainnya.

Dalam rapat tersebut, pejabat Kementerian Dalam Negeri menegaskan bahwa suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, senang atau tidak senang, rela atau tidak rela, seluruh aset Pemkab Buton yang ada di Kota Baubau harus diserahkan kepada Pemkot Baubau tanpa terkecuali. Ini adalah perintah undang-undang. Pada rapat tersebut, Gubernur Sultra Bapak H. Ali Mazi, SH mendukung penyelesaian masalah aset Pemkab Buton dengan Pemkot Baubau harus sesuai perintah undang-undang. Hal yang sama disanpaikan pula oleh Bapak Gubernur pada Rapat Terbatas di Hotel Zenit Baubau.

Tidak lama berselang, ada pula surat yang dikirim oleh Bapak Dirjen Keuda Kementerian Dalam Negeri kepada Bapak Gubernur Sultra bertanggal 3 Maret 2021 perihal penertiban aset Pemkot Baubau yang berasal dari Pemkab Buton. Bapak Ali Mazi, SH sebagai Gubernur Sultra menindaklanjutinya melalui surat yang bertanggal 25 Maret 2021.

Bapak Gubernur Sultra kemudian mengirim surat kepada Bapak Bupati Buton. Dalam surat disampaikan bahwa penyerahan aset dari Pemkab Buton kepada Pemkot Baubau paling lambat dilaksanakan pada tanggal 1 April 2021. Berdasarkan pada hal inilah sebagai sekda mewakili Wali Kota Baubau DR H AS Tamrin, MH mengirim surat yang kedua kepada para pengguna aset tersebut.

“Bila ada di antara jamaah yang menerima surat tersebut dari Pemkot Baubau, saya berharap janganlah merasa itu sesuatu yang tidak benar. Hal itu pada dasarnya dilaksanakan dengan cara jujur sesuai dengan kebenaran menurut aturan dan itu demi kebaikan semua. Jangan berkecil hati kalau kemudian ada yang menerima surat itu. Itu demi penegakkan aturan. Jangan merasa tidak nyaman,”ujarnya.

Ditambahkan, bila bisa laksanakan dengan baik proses defakto dan de jurenya penyerahan asset ini dan tuntas sebagaimana yang diharapkan, maka bagi warga Kota Baubau akan banyak mendapatkan manfaat, paling tidak dari sisi upaya peningkatan pendapatan asli daerah akan bisa diwujudkan karena asset-aset yang bersebaran di Kota Baubau ini bisa diberdayakan, dimanfaatkan dari aspek peningkatan PAD.

Di sisi lain, semua aset itu bisa dimanfaatkan sesuai peruntukannya, akan dipelihara dan dirawat sehingga kondisinya tidak seperti saat ini, yakni ada beberapa yang terlihat kumuh karena tidak dirawat.
Roni Muhtar mengajak masyarakat untuk mendukung Walikota Baubau Bapak Dr. A. S. Tamrin, MH dan unsur-unsur penyelenggara pemerintah di bawahnya dengan memberikan kepercayaan yang jujur dalam pelaksanaan tugasnya demi untuk kepentingan masyarakat Baubau di masa kini dan masa datang. Bila semua memiliki kesadaran seperti ini maka apa yang diharapkan sesuai visi pembangunan pemerintahan saat ini bahwa Kota Baubau pada Tahun 2023 di bawah Pimpinan Dr. H. A. S. Tamrin, MH akan menjadi sebuah kota yang maju, masyarakatnya sejahtera, dan berbudaya. Ini harus menjadi cita-cita bersama dan bangun optimisme serta semua harus berperan sesuai nilai-nilai PO-5.

Dengan membangun optimisme dan dengan mengupayakan membangun kerja sama yang bagus antara Pemkot Baubau dan masyarakat sebagaimana pesan Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin, MH soal PO-5, yakni pobinci binci kuli, poangka angkataka, pomae maeka, pomaa maasiaka, popia piara haruslah dilaksanakan.

Terkait mengenai Covid 19 di Kota Baubau, Jenderal ASN Kota Baubau ini memberikan apresiasi sebab semua jamaah di masjid agung Kota Baubau sudah menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dengan menjaga jarak, menggunakan masker, kemudian ada pula tempat cuci tangan. Sehingga ini merupakan bukti bila masyarakat Kota Baubau mempercayai penyampaian Pemkot Baubau tentang persebaran covid-19.

Sehingga, dengan demikian, Pemkot Baubau dianggap jujur termaksud juga harusnya mempercayai pernyataan jujur dari Pemerintah tentang program vaksinasi yang saat ini tengah digalakkan. Di samping itu, harusnya kita tidak ragu sedikit pun, tidak sanksi, tidak takut untuk mengikuti dan menjadi pelaku dari pelaksanaan program vaksinasi covid-19. Melalui program vaksinasi kita berharap dalam hal ini pemerintah dan Presiden RI akan terwujud program pemulihan kondisi Indonesia utamanya pemulihan ekonomi akan bisa dilaksanakan kalau covid-19 sudah hilang dari bumi Indonesia.

BACA JUGA:Peringati Hari Kartini, GOW Kota Baubau Gelar Aksi Sosial

Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau masyarakat untuk terus melaksanakan Prokes tidak hanya dalam masjid ini tetapi menjadi kebiasan, lalu kemudian mengupayakan diri kita untuk menjadi bagian dari para pelaku pelaksana program vaksinasi Covid-19. Bila di tubuh kita semua sudah vaksin Covid -19, maka program pemerintah untuk membebaskan masyarakat Indonesia dari Covid-19 dapat terlaksana.(*)

Pin It on Pinterest