Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Baubau La Ode Fahru Razy SPd MPd mengungkapkan dua kaca jendela SMAN 2 Baubau pecah ketika siswa SMKN 2 Baubau melakukan penyerangan di sekolahnya, Selasa (18/02/2022), saat proses belajar mengajar (PBM) sedang berlangsung.

kaca jendela SMAN 2 Baubau yang pecah akibat dilempar batu

“Kejadian sekita jam 12 siang lewat, tiba-tiba ada segerombolan orang datang melakukan penyerangan di sekolah ini dengan melemparkan batu dan berdasarkan pantauan orang luar dan juga guru-guru di SMAN 2 Baubau ternyata pelakunya adalah siswa SMKN 2 Baubau. Tapi Kami meminta anak-anak kami tidak akan melakukan balasan,” ucapnya, ketika diwawancara media ini, Rabu (19/01/2022).

Fahru Razy mengatakan saat kejadian tersebut pihaknya langsung melaporkan masalah ini ke aparat kepolisian agar bisa melakukan pemantuan. “Jadi kita tidak melakukan pembalasan tapi hanya melaporkan masalah ini ke polisi. Hasilnya ada beberapa anak yang diamankan untuk diproses,” tuturnya.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Baubau La Ode Fahru Razy SPd MPd

Agar persoalan ini tidak berkepanjangan, Fahru Razy mengatakan pihaknya sudah mengkomunikasikan masalah ini dengan pihak SMKN 2 Baubau. Dari hasil komunikasi itu, Kepala Sekolah SMKN 2 Baubau mengatakan memang saat penyerangan itu terjadi SMKN 2 sudah berakhir PBM dan sudah pulang dari sekolah sehingga mereka tidak tahu menahu dengan kejadian tersebut.

“Dan soal kaca yang dipecahkan pihak SMKN 2 Baubau akan mencari anak yang bersangkutan dan siap mengganti kerusakannya,” ucapnya.

Dari hasil komunikasi pula, lanjut Fahru Razy, kedua sekolah itu masing-masing bertanggung jawab terhadap siswanya. Ada point-point penting yang akan disampaikan kepada siswanya dan disepakati bahwa ketika ada siswa yang menyerang maka siswanya akan diberikan sanksi berat.

baca juga: Polres Baubau Tangkap Pelaku Pencurian Motor di Asrama Unidayan Yang Berprofesi Tukang Ojek

“Begitu juga kami di SMAN 2, akan menyampaikan point-point penting dimana SMN 2 sebagai korban tidak akan melakukan pembalasan karena masalah ini sudah diserahkan kepada polisi dengan catatan apa yang menjadi kerugian SMAN 2 Baubau siap diganti oleh pelaku. Bila ada siswa dan siswi yang melakukan pembalasan kemudian diketahui, maka akan diberikan sanksi berat kepada mereka,” tutupnya. (***)

Comments are closed.