– Diduga Siswi SMAN 1 Baubau

Peliput: La Ode Adrian

BAUBAU, BP – Terkait siswi saling bertukar pukulan pada beberapa waktu lalu yang direkam melalui video dan kini tersebar luas, terancam akan di skorsing oleh pihak sekolah. Diduga, siswi yang saling adu jotos itu adalah siswi SMAN 1 Baubau, dimana dalam rekaman perkelahian itu keduanya masih menggunakan pakaian sekolah lengkap dengan atribut.

Kepala SMAN 1 Baubau Dra Sartati mengatakan, pihaknya baru mengetahui insiden yang terekam tersebut pada Selasa (13/12), sedangkan perkelahian terjadi pada 3 November lalu usai ulangan semester dilaksanakan. Dan sebelum sanski diberikan kepada yang bersangkutan, pihak sekolah akan memanggil orangtua siswi terlebih dahulu.

“Itu (video) saya tahu karena ada yang tunjukan saya sewaktu saya ke Dinas Pendidikan (Kota Baubau) tadi, dan kalau dia memang siswanya SMAN 1 (Baubau), maka tentu kita kenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” jelas Sartati saat ditemui diruangannya, Selasa (13/12).

Dijelaskan, meskipun tindakan tak terpuji oleh kedua siswi itu dilakukan diluar sekolah, namun keduanya dianggap mencemarkan nama baik sekolah karena menggunakan atribut lengkap.

“Kejadiannya diluar sekolah, tetapi jika dia betul-betul adalah siswa SMAN 1 dan dia menggunakan atribut SMAN 1 maka itu ada aturan yang harus dikenakan terhadap para pelaku. JJika dia siswa SMAN 1 tentu aturannya ada di tata tertib itu sudah membuat nama SMA 1 tercemar diluar sana,” katanya.

Dilanjutkan, hukuman yang akan diberikan kepada siswi yang terlibat perkelahian itu tidak akan dibedakan, meskipun diduga yang bersangkutan adalah siswi kelas XII. Namun Sartati tidak terlalu yakin bahwa keduanya adalah siswi SMAN 1 Baubau, dikarenakan belum ada informasi jelas yang diterimanya mengenai perkelahian yang kini viral ditengah masyarakat Kota Baubau.

“Saya juga belum tahu pasti apakah itu memang siswi SMAN 1 atau bukan, dan saya juga belum 100 persen yakin apakah disitu siswa SMAN 1 semua atau ada siswa SMA lain. Tapi yang jelas, apakah dia anak kelas I, anak kelas II, atapun anak kelas III saya kira tidak ada perbedaan, aturannya sama, jadi siapapun dia kelas berapapun dia tetap akan diberi sanksi tanpa memihak jika dia memang melanggar tata tertib,” pungkas Sartati.

Untuk diketahui, sebelumnya beredar video perkelahian antar pelajar siswi salah sati sekolah di Baubau, dimana dalam video terekam dua siswi saling adu jotos pada 3 November Sabtu siang sekitar pukul 11.30 Wita, yang berlokasi di belakang kantor Dinas Kesehatan Kota Baubau.

Dalam video yang berdurasi 45 detik itu, terlihat dua pelajar siswi yang masih menggunakan pakaian putih abu-abu saling jambak dan saling tukar pukulan. Bahkan, teman-teman keduanya yang berjumlah puluhan orang hanya menonton perkelahian tersebut, tanpa ada yang melerai.

Dan salah seorang rekan keduanya melarang keras orang lain untuk melerai perkelahian itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Baubau Post, keduanya berinisial Wi dan Vi. Pengakuan dari rekan-rekan keduanya, adu jotos disulut oleh kecemburuan yang melanda hati Wi, dimana pada malam sebelumnya Wi dan sang pacar berinisial Nu jalan berduaan. Setelah jalan, Nu memulangkan Wi, namun Nu langsung menuju kerumah Vi, dan hal itu terdengan sampai ke telinga Wi.

Cemburu dan tak terima mendengar hal itu, Wi langsung mencari Vi. Karena tidak ketemu, Wi ingin menemui Vi di sekolah secepatnya. Setelah ketemu, Wi yang sudah terbakar api cemburu langsung melontarkan cacian dan makian kepada Vi. Tak tahu masalah, Wi yang tak terima di caci makipun langsung membalas Wi yang juga dengan makian.

“Teman-teman langsung berkumpul karena Wi dengan Vi sudah bertengkar, ada teman-teman lain yang kompori jadi Wi jadi tambah emosi. Atur janjilah mereka untuk bertemu di belakang Dinas Kesehatan jam 11.30 Wita,” kata rekan keduanya yang tak ingin namanya dikorankan.

Lanjut cerita, setelah keduanya bertemu dengan jam yang telah ditentukan, perkelahianpun terjadi. Dan dalam video, terlihat salah seorang rekan korban melarang puluhan teman lainnya yang menonton untuk membantu atau melerai keduanya.

Karena capek dan pakaian keduanya yang sudah compang camping, salah seorang rekan keduanya langsung melerai dengan cara menarik Wi. Tak puas, Wi ingin mengajak Vi untuk kembali bertemu dan mengadakan ronde kedua dilain waktu, tapi Vi mengalah dengan tidak menerima ajakan tersebut. Mendengar jawaban Vi yang tak terima tantangan Wi, rekan-rekan keduanya langsung membuli Vi dengan teriakan bawah Vi adalah seorang yang penakut, serta menyoraki Wi yang memenangkan pertempuran asmara itu.

Sedangkan informasi lainnya menurut rekan-rekan keduanya, Wi dan Vi adalah sahabat akrab, baik di dalam maupun di luar sekolah.(*)