BAUBAU, BP – Lurah Bukit Wolio Indah (BWI), Seniwati SH MSi mangkir dari panggilan Inspektorat. Seniwati dipanggil untuk mengklarifikasi dugaan penyalahgunaan wewenang sebagai lurah dengan menghalang-halangi masyarakat dalam pengajuan pembuatan sertifikat tanah.

Selain menghalangi masyarakat dalam pembuatan sertifikat tanah, Lurah BWI Seniwati juga dilaporkan atas dugaan penyerobotan tanah yang dikuasai oleh La Moane sejak tahun 1999 berdasarkan akta jual beli.

Kuasa hukum La Moane, Arifin SH mengungkapkan Seniwati telah mengajukan pembuatan sertifikat untuk tiga bidang tanah ke pertanahan. Dimana tanah yang diajukan tersebut merupakan tanah milik masyarakat atas nama La Moane tanpa dilengkapi dengan bukti kepemilikan sah atas tiga bidang tanah tersebut.

Tidak hanya itu, Seniwati juga dilaporkan atas dugaan penyalahgunaan wewenang setelah mengeluarkan surat perintah ke pertanahan untuk mencabut penguasaan fisik atas tanah milik La Moane.

“Klien saya itu punya bukti lengkap penguasaan tanahnya. Dan bahkan beberapa sertifikat tanah yang berdekatan dengan Klien saya itu, tidak ada satupun yang menerangkan atau menyebutkan berbatasan dengan Seniwati. Semuanya jelas menunjukan nama La Moane dalam sertifikat tanah. Nah sekarang mau mengklaim, coba perlihatkan bukti kalau itu tanahnya,” terang Arifin, ditemui Kamis, 21 November 2019.

“Tidak hanya itu, sebagai lurah, Seniwati juga telah mengeluarkan surat penguasaan tanah dari kelurahan tahun 2018 di dalam bidang tanah milik La Moane. Kan aneh, ini jelas-jelas upaya penyerobotan. Makanya kami langsung laporkan ke Inspektorat. Tapi dipanggil pertama ini, Lurah BWI tidak hadir,” tambahnya.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Inspektorat Baubau, La Ode Hambali berjanji akan kembali memanggil Lurah BWI untuk mengklarifikasi terkait aduan masyarakat atas nama La Moane melalui kuasa hukumnya, Arifin, SH.

“Mungkin dipanggilan pertama ini dia (Seniwati) lagi sibuk, pasti kita akan segera panggil kembali,” ucap La Ode Hambali singkat.

Peliput: Asmaddin

Pin It on Pinterest