Kepala SMAN 2 Baubau Muhammad Radi SPd MMPd

-Radi: Kalau Ada Siswa dan Guru yang Sakit maka Tidak Boleh Masuk

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Dukung wacana pelaksanaan proses belajar tatap muka di awal tahun 2021, SMAN 2 Baubau siap jalankan protokol kesehatan secara ketat di sekolah.

Kepala SMAN 2 Baubau Muhammad Radi SPd MMPd menegaskan, jika kebijakan belajar tatap muka jadi diterapkan, maka anjuran protokol kesehatan akan ditegakkan secara bijak.

Kepala SMAN 2 Baubau Muhammad Radi SPd MMPd
Kepala SMAN 2 Baubau Muhammad Radi SPd MMPd

Artinya, aturan ini tidak hanya diperuntukan bagi siswa namun juga diprioritaskan bagi guru.

“Setelah pemerintah mengizinkan, alhamdulillah itu juga yang kita inginkan. Tetapi tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat,” ungkap Radi, Minggu (06/12).

Dikatakannya, saat ini pihak sekolah telah menyiapkan segala sarana dan aspek pendukung pencegahan Covid19 di sekolah. Diantaranya, alat ukur suhu tubuh, tempat cuci tangan, hand sanitazer, dan iklan pencegahan Covid19 di tiap-tiap kelas.

“Kami sudah siapkan beberapa sarana pencegahan misalnya alat suhu tubuh, tempat cuci tangan di dekat gerbang sekolah dan di setiap kelas, kemudian hand sanitazer di setiap kelas, tisu, dan iklan tentang menjaga jarak aman agar terhindar dari Covid19,” ujar Radi pula.

Mungkin terdengar biasa, sebab mayoritas sekolah pun kini telah mempersiapkan segala fasilitas senada dalam menyambut realisasi penerapan kebijakan belajar tatap muka tersebut.

Namun ada yang menarik, terkhusus pada aturan ukur suhu tubuh, kata Radi, bagi siswa dan guru yang memiliki suhu tubuh diatas 37 maka tidak diperkenankan masuk.

Tak hanya itu, bagi siswa dan guru yang sedang tidak enak badan (sakit) maka dianjurkan untuk mengikuti proses belajar mengajar (PBM) secara online sampai keadaannya membaik (sehat).

“Malah lebih ketat guru, artinya kalau ada guru yang batuk-batuk, sesak nafas atau penyakit apa? itu dilarang masuk, tidak boleh belajar,” terangnya.

“Begitupun dengan siswa, kalau ada yang batuk, demam, sesak nafas atau memiliki riwayat perjalanan dari daerah zona merah yah kita istirahatkan, tidak usah dulu ke sekolah,” lanjutnya.

BACA JUGA: Kepsek Muh Radi: 99 Persen Siswa SMAN 2 Baubau Inginkan PBM Tatap Muka di Sekolah

Dengan menerapkan aturan protokol kesehatan secara ketat di sekolah, Radi berharap upaya ini dapat membantu pemerintah dalam rangka memutuskan rantai penularan Covid19 khususnya di kalangan pelajar. (*)

NONTON JUGA VIDEO BERIKUT:

TARI DAUN NIPAH DARI BAUBAU AKAN MASUK DAFTAR TARI NASIONAL

Sanggar Seni Lakologou yang bertempat di Kelurahan Lakologou membuat sebuah tarian khas Baubau yang nantinya akan dimasukkan menjadi salah satu tarian nasional oleh Balai Pelestarian Nilai dan Budaya Provinsi Sulawesi Selatan. Tarian itu bernama Tari Daun Nipah.

Pemilik Sanggar Seni Lakologou Erna SKM saat dikonfirmasi Baubau Post, Kamis (25/06), mengatakan Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Provinsi Sulawesi Selatan memfasilitasi untuk membuat sebuah tarian khas Buton. Dengan demikian Erna memutuskan untuk membuat tarian di wilayahnya tepatnya di Lakologou. Tari Daun Nipah dari Baubau akan masuk daftar tari nasional. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest