Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Peringati 4 tahun Tampil Mesra, Dr HAS Tamrin-Wa Ode Maasra Manarfa undang Ustad Harry Wijaya untuk Isthigoza, Jumat (27/01) di Baruga Keraton Buton. Selain Ketua DPRD, SKPD, dan tokoh masyarakat, hadir pula majelis takqlim se Kota Baubau.
Istighosa dipimpin langsug Sulaiman Juraid, Imam Ust Hambali, dan Ust Hari Wijaya. Isthigosah dimulai pukul 16.00 WITA dan berakhir pukul 17.48 wita. Selama pemerintahan TAMPIL MESRA, Istighosa sudah dilakukan sebanyak tiga kali.
Dalam sambutannya Dr H AS Tamrin untuk menjadi referensi bersama bahwa Baubau adalah sebuah kota pusat peradaban Kesultanan Buton yang sampai saat ini nilai-nilai adat dan budaya peninggalan leluhur masih dipertahankan. Bahkan simbol terpenting yang sampai saat ini masih lestari adalah keberadaan Benteng Keraton yang juga merupakan benteng terluas di dunia.
“Masa pemerintahan TAMPIL MESRA tahap demi tahap telah dilewati dan kini sudah mencapai tahun ke empat, artinya bahwa satu tahun lagi masa pemerintahan TAMPIL MESRA akan berakhir. banyak kenangan manis dan pahit telah dilewati. Banyak prestasi pembangunan yang membawa harum nama daerah telah diperoleh. Kita sudah bangun bandara, bangun pelabuhan bangun pasar-pasar, dan gedung sekolah dua tingkat,” kata Dr H AS Tamrin.
Namun harus diakui, disamping capaian keberhasilan dan kemajuan yang mampu dikerjakan, lanjut Dr H AS Tamrin, sesungguhnya masih terdapat persoalan-persoalan yang belum sepenuhnya dapat dicarikan solusinya.
“Oleh karena itu, melalui momentum ini dapat memantapkan konsep pembangunan ke depan, meletakan sendi-sendi yang kokoh dan kuat serta mengeratkan simpul-simpul persatuan, kebersamaan dan kerukunan diantara seluruh elemen masyarakat, sebab ritme tantangan pembangunan semakin besar,” tutur Dr H AS Tamrin di sambut kalimat amin dari hadirin.
Dr H AS Tamrin mengatakan atas dasar itu maka seluruh elemen yang ada dapat duduk bersama guna mencari jalan terbaik diantara jalan yang baik dalam melaksanakan pembangunan daerah secara berkesinambungan.
“Apalagi Baubau adalah kota yang memiliki keragaman Etnis, agama, bahasa, dan budaya. Untuk itu keragaman yang kita miliki harus disikapi dengan penuh sarsa syukur dan diterima sebagai anugerah dari Allah SWT. Sebab dengan keragaman akan melahirkan sebuah kekuatan dan seni terindah dalam mencapai tujuan pembangunan,” lanjut Walikota Baubau itu.
Untuk mewujudkan semua itu, kata doktor bidang Ilmu pemerintahan itu, perlu adanya tekad bersama, kerja keras dan pengarahan segenap potensi yang ada tanpa membeda-bendakan suku, agama maupun golongan, serta mengharuskan adanya kesamaan padandangan tentang masa depan daerah. Itulah harapan dan cita-cita yang seharusnya dilekatkan pada diri setiap komponen masyarakat.
“Semua kerja keras kita diperkuat dengan adanya berbagai pengharagaan dari lembaga resmi dari pemerintah pusat yaitu penghargaan piala adupira dua kali berturut-turut, penghargaan peduli Kota HAM dua kali berturut-turut, pengharagaan Kota bebas malaria, penghargaan Kota Sehat dan penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK RI,” ucapnya.
Ust Harry Wijaya dalam ceramahnya mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Baubau agar mendukung pemerintahan TAMPIL MESRA. Sang Ustad mengakui bahwa akronim TAMPIL MESRA (Tertib, Aman, maju, Populer, Indah, Lancar dan mensejahterakan rakyat sangat luar biasa, “karena itu mari kita dukung pemerintahan Dr H AS Tamrin untuk melanjutkan pemerintahan untuk periode keduanya, amin,” katanya mengajak para jamaah yang hadir. (***)

Pin It on Pinterest