Peliput: Prasetio M

BAUBAU, BP- Beberapa waktu lalu Kota Baubau diterjang hujan dan angin kencang yang mengakibatkan terjadinya bencana banjir, pohon tumbang dan tingginya gelombang air laut di sejumlah wilayahnya. Atas kejadian tersebut beberapa fasilitas umum dan milik masyarakat dan mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan.

Kalaksa BPBD Kota Baubau La Ode Muslimin Hibali

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau, La Ode Muslimin Hibali, saat di temui diruangannya, Rabu (23/02) mengatakan, pihaknya selain terjun langsung dilapangan untuk membantu masyarakat yang terdampak atas cuaca buruk yang terjadi beberapa waktu lalu, pihaknya juga telah melakukan pendataan kerusakan sejumlah fasilitas untuk di laporkan ke Pusat Pengendalian Operasi Pengendalian Bencana (Pusdalops PB) guna mengusulkan bantuan perbaikan atas fasilitas yang mengalami kerusakan tersebut.

” Selain melakukan evakuasi, kita juga mendata kerusakan untuk bisa diusulkan kepusdalops untuk bantuan perbaikan,” ujar Muslimin.

Dikatakan, adapun beberapa wilayah yang mengalami banjir, angin kencang dan gelombang ombak tinggi yakni, Kelurahan Ngkaringkaring, Kelurahan Liabuku, Kelurahan Waliabuku, Kelurahan Kampeonaho Kecamatan Bungi dan Kelurahan Kantalai Kecamatan Lealea. Adapun dampaknya yaitu, 7 buah rumah dengan, 1 rumah makan, 1 pondok pesantren, serta area persawahan seluas 65 hektar, tambak ikan 2 Hektar dengan kondisi terendam banjir.

” Ombak keras terjadi di Kelurahan Wameo dan Kelurahan Wale dengan dampak 21 rumah makan kondisi hancur dan rusak berat, serta jebolnya tanggul pantai kamali, selain itu hancurnya talud di Pesisir Pasar Wameo. Estimasi Kerugian material atas kejadian tersebut senilai 10 milyar dengan korban jiwa nihil,” terangnya.

Atas kejadian tersebut BPBD Kota Baubau mengusulkan bantuan mendesak kepada Pusdalops berupa, rehabilitasi tanggul Pantai Kamali di Kelurahan Wale, Relokasi dan pembangunan rumah makan di Kelurahan Wameo, pembangunan pemecah ombak sepanjang 200 m di Kelurahan Wameo, pembangunan lumbung Padi sebanyak 30 titik di 3 kelurahan yang berdampak, penggantian biaya pengolahan penanaman penyeprotan dan pemupukan serta, penggantian kerugian tambak ikan.

baca juga: Realisasi Pajak Daerah Selalu Melebihi Target, Akibatnya Pendapatan PBB-P2 Kota Baubau Terus Meningkat Setiap Tahun

Lanjut dikatakan, Hujan Lebat disertai angin kencang yang terjadi di sebabkan oleh awan Cumulonimbus (CB). Angin kencang teridentifikasi pada 20 Februari pukul 22.00 WITA sebesar 22 knot dan pada tanggal 21 Februari pukul 12.30 WITA sebesar 31 knot
Sumber data AWOS Stasiun Meteorologi Betoambari Baubau. Curah hujan pada 20 Februari tercatat 82 mm, sementara pada 21 Februari saat ini sudah tercatat sebesar 24 mm (hingga pukul 06.00 UTC) (*)