Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Forum Mahasiswa Peduli Daerah (FMPD) melakukan aski demonstrasi dengan menyampaikan aspirasinya kepada Dinas Perindag Kota Baubau, Walikota Baubau dan juga Kepada Polres Baubau dan DPRD Baubau terkait dengan dugaan permainan harga minyak tanah yang dilakukan oleh pangkalan minyak di Baubau.

Ilustrasi

Koordinator Lapangan (Korlap) Forum Mahasiswa Peduli Daerah Aldin dalam orasinya meminta kepada pihak Pemkot Baubau, Perindag, Polres dan DPRD agar menertibkan pangkalan minyak tanah yang menjual harga minyak tanah yang tidak sesuai dengan Peraturan Gubernur Sultra (Pergub) nomor 6 tahun 2013.

“Dalam peraturan itu ditetapkan harga minyak tanah yang dijual oleh pangkalan seharusnya Rp 3.500 per liter. Tapi kenyataannya di lapangan harganya bervariasi ada yang menjual Rp 5 ribu per liter, Rp 7 ribu per liter bahkan ada yang menjual Rp 8 ribu per liter. Ini menyusahkan masyarakat,” katanya lugas.

Aldin pun meminta kepada pihak Disperindag Kota Baubau agar turun melakukan penertiban bersama Polres Baubau, “Harap ditindak pangkalan minyak yang memajang harga Rp 3.500 per liter tapi kenyataannya saat menjual harganya lebih mahal,” tuturnya, Selasa (02/03/2022)

Aldin mengungkapkan aksi dengan tuntutan yang sama sebenarnya sudah pernah disuarakan juga, tapi kenyataannya sampai saat ini pangkalan minyak tanah masih ada yang menjual tidak sesuai dengan peraturan gubernur.

baca juga: Ops Anoa 2022, Kapolres Baubau Ingatkan Pentingnya Disiplin Berkendara

“Aspirasi ini tadi kami suidah sampaikan ke dinas perindustrian dan perdagangan Kota Baubau, sekarang mau kita sampaikan ke Pak Walikota, lalu nanti kami akan ke DPRD dan tentu saja ke Polres Baubau,” ucap Aldin, ketika di wawancara Baubau Post.