Peliput: Arianto W

BUTON, BP- Barisan Masyarakat dan Pemuda Wabula menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Buton, Takawa, Pasarwajo, Senin (11/10).

Dalam aksi damai ini, ratusan massa menuntut Bupati Buton Drs La Bakry MSi agar menindak tegas oknum-oknum ASN tak bertanggung jawab yang diduga keras melakukan provokasi terhadap masyarakat Wabula dan Wasuemba.

“Kami sangat menyesalkan jika konflik yang terjadi di internal Wabula dan Wasuemba yang diduga ada keterlibatan beberapa oknum ASN menjadi provokator,” kata Ovan dalam orasinya.

Barisan Masyarakat dan Pemuda Wabula saat Menggelar Aksi Demonstrasi di Halaman Kantor Bupati Buton

“Sehingga dalam kesempatan ini kami meminta kepada Bupati Buton untuk segera disikapi dan ditindak tegas oknum yang diduga sebagai provokator tersebut agar tali silaturahmi antara Wabula dan Wasuemba terbangun,” tambahnya.

Mewakili suara rakyat dari tanah beradat tersebut, Ovan menyayangkan, polemik yang terjadi antara Wabula dan Wasuemba harusnya tidak pernah terjadi karena Wasuemba merupakan bagian dari Wabula. Begitupun sebaliknya, Wabula adalah bagian dari Wasuemba yang tidak bisa terpisahkan.

“Saya takut jangan sampai polemik ini akan terus berkembang di tengah-tengah masyarakat sehingga menimbulkan sekat diantara kita yaitu Wabula dan Wasuemba. Hal seperti itu sangat kami tidak inginkan bila sempai terjadi pertumpahan darah,” sambungnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Leos David. Dalam kesempatan itu ia meminta agar Bupati Buton dapat menyelesaikan konflik yang terjadi antara Wabula dan Wasuemba dengan menindak tegas orang-orang yang diduga menjadi provokator.

“Orang-orang yang diduga menjadi provokator harus cepat diselesaikan karena dari rentetan peristiwa yang terjadi antara Wabula dan Wasuemba ada dalangnya. Ini ada aktornya,” teriak Leos David.

Merespek hal itu, Bupati Buton La Bakry saat menerima massa aksi di Rujab Bupati Buton menyampaikan rasa penyesalannya terhadap polemik yang terjadi antara Wabula dan Wasuemba. Diketahui, masyarakat Wabula dan Wasuemba masih dalam satu keturunan.

“Wabula dan Wasuemba itu satu turunan, mereka bersaudara, satu nenek moyang, jadi persoalan ini harusnya tidak terjadi,” kata La Bakry.

“Jika ada permasalahan mari kita carikan solusinya bersama-sama, jangan ada ego yang nantinya dapat menimbulkan perkara hukum. Olehnya itu, marilah kita menahan diri untuk membangun daerah kita,” tambahnya.

Sehubungan dengan hal itu, La Bakry juga menyampaikan bahwa ia akan melakukan evaluasi nama-nama yang diduga menjadi penyebab dari konflik yang terjadi antara masyarakat Wabula dan Wasuemba sehingga nantinya persoalan tersebut cepat terselesaikan.

“Saya akan panggil dan saya akan lakukan evaluasi terkait dengan nama-nama ini, kita akan carikan solusinya seperti apa agar masalah ini segera terselesaikan,” tuturnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Buton ini berharap agar konflik yang terjadi antara Wabula dan Wasuemba dapat diselesaikan dengan cara baik-baik agar tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan.

Sementara itu, Kapolres Buton AKBP Gunarko SIK MSi pun turut prihatin atas masalah yang terjadi antara Wabula dan Wasuemba yang menurutnya sumber permasalahannya itu adalah persoalan adat.

Ia mengusulkan agar persoalan Wabula dan Wasuemba ditengahi oleh pihak kesultanan yang menjadi bagian tertinggi dalam penyelesaian konflik adat di Buton.

baca juga: Pemda Buton Kebut Vaksinasi Covid19 di Sekolah, Djamaluddin: Besok di Kecamatan Kapontori

“Berkaitan dengan adanya penghasutan dan penghinaan ada hukum formal yang mengatur, jika tidak bisa diselesaikan dengan duduk bersama, silahkan melapor ke Polres Buton, yang penting memenuhi unsur kita akan tindaki,” pungkasnya. (*)

One thought on “Gelar Aksi Damai, Barisan Masyarakat Wabula Minta Bupati Buton Selesaikan Konflik antara Masyarakat Wabula dan Wasuemba”

Comments are closed.