Peliput: Zul Ps — Editor: Hasrin Ilmi

WANGI-WANGI,BP – Seminggu berlalu, Pasangan Calon (Paslon) H Arhawi dan Hardin La Omo (Halo) yang diusung oleh Partai Golkar dan Demokrat dalam perhelatan percaturan politik di Kabupaten Wakatobi itu mengelar Deklarasi ditengah Pandemik Covid-19, hal tersebut memicu kecaman dari beberapa pihak,

Aisyah Rizqie

Salah satu kecaman tersebut datang dari Sarjana Muda, Aisyah rizqie yang merupakan eks Sekretaris jendral presiden mahasiswa Universitas Haluoleo periode 2018/2019 itu, Aisyah sapaan akrabnya, Merasa kecewa kepada Pemerintah Daerah Wakatobi.

Bentuk kekecewaannya tersebut didasarkan adanya Deklarasi yang berlangsung di Lapangan Merdeka Kecamatan Wangi-wangi itu, Tak hanya itu lokasi tersebut juga merupakan Posko induk percepatan penanganan pandemic Covid-19.

” Bahkan, saya menilai Pemda Wakatobi hari ini lebih fokus mengurus kepentingan politiknya dan mengabaikan pencegahan Covid19, hal ini dibuktikan dengan adanya acara deklarasi salah satu Paslon pada hari Minggu (9/08) lalu dan dengan tidak mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya kepada awak media Baubaupost pada Minggu (16/08).

Lanjutnya, sajian pandangan yang berikan kepada masyarakat Wakatobi secara khusus merupakan bagian dari ketidak pantasan Paslon tersebut, terlebih Paslon tersebut merupakan orang nomor satu di Wakatobi H Arhawi yang juga menjabat sebagai Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

” Sungguh miris dan memprihatinkan. Karena, secara tidak langsung Satgas covid 19 dilecehkan secara terang terangan oleh Bupati Wakatobi.
Saya heran dengan Pemkab wakatobi, sebagai pemegang otiritas, harusnya tidak mengadakan kegiatan apapun yang bentuknya mengundang keramaian apalagi tidak mematuhi protokol kesehatan yang telah di tetapkan,” Kesalnya.

Tak hanya sampai disitu, Sambung Aisyah, Pemda Wakatobi melarang diadakannya keramaian namun Pemda Wakatobi sendiri justru melanggar himbauan yang dikeluarkan. Karena diketahui bersama Sultra mengalami peningkatan penyebaran Covid-19.

” Oleh karena itu Bupati Wakatobi jangan ambigu mengambil kebijakan, Dan Ia pun harus sadar dan patuh pada kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Pemda . Coba bayangkan jika ada ada salah seorang yang positif, apa itu tidak gila nantinya.” Sambungnya.

Olehnya itu aisyah meminta Bupati wakatobi H Arhawi SE MM segera mengambil kebijakan strategis serta langkah tegas dan tak Ambigu untuk fokus memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Wakatobi. Terlebih saat ini masyarakat dibuat resah dengan adanya informasi yang beredar di media sosial yang tercatat telah 17 kasus terpapar positif covid 19 di Wakatobi dan sisa 3 masih di isolasi.

” Lantas kalau bukan Pemkab wakatobi yang memikirkan, siapa lagi!!. Jangan sampai mengorbankan nyawa masyarakatnya.” Tandasnya Tegas.(*)

Pin It on Pinterest