Gubernur Ali Mazi ketika melaunching simpul transportasi darat

  • Sebagai Simpul Utama Transportasi Darat, Laut, dan Udara di Sultra

Laporan: Ardi Toris

SULTRA, BP-Momentum Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas), 19 September 2020, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Ali Mazi, SH., meluncurkan Proyek Pembangunan Infrastruktur Transporstasi Darat Sultra, dari lokasi Pembangunan Terminal Penumpang Tipe-A Puwatu, Kota Kendari. Sesuai agenda, peringatan Harhubnas 2020 di Sulawesi Tenggara akan dilangsungkan di kabupaten Busel, namun karena pandemi Covid-19, Gubernur Ali Mazi meminta panitia memindahkannya ke Kota Kendari.

Gubernur Ali Mazi ketika melaunching simpul transportasi darat
Gubernur Ali Mazi ketika melaunching simpul transportasi darat

Dalam Harhubnas 2020 kali ini, sejumlah proyek baru Infrastruktur Transportasi Sultra diluncurkan oleh Gubernur Ali Mazi, antara lain; Terminal Penumpang Tipe-A Puwatu Kota Kendari, Pelabuhan Penyeberangan Siompu – Kadatua di Kabupaten Buton Selatan, Pelabuhan Penyeberangan Kaledupa – Tomia – Binongko di Kabupaten Wakatobi. Tiga proyek baru transportasi itu akan melengkapi Proyek Simpul Transportasi Sultra.

Pada peluncuran ini Gubernur Ali Mazi disertai Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Drs. Budi Setiyadi, SH., M.Si., jajaran Forkopimda Sultra, Sekda Prov. Sultra Nur Endang Abbas, Wakil Ketua Komisi V DPR-RI, Ir. Ridwan Bae, Walikota Kendari H. Sulkarnain, SE., Bupati Wakatobi H. Arhawi, SE., Bupati Buton Selatan H. La Ode Arusani, Ketua Ombudsman Sultra Mastri Susilo, Kadis Perhubungan Sultra, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN-XXI) Kendari, dan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat.

Sesuai Rencana Induk Pariwisata Nasional Republik Indonesia dan PP Nomor 150 Tahun 2011, Sultra memiliki empat Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), yakni Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) Wakatobi, KPPN Baubau, KPPN Kendari, dan KPPN TN. Rawa Aopa-Watumohai.

Hal tersebut linier dengan misi keempat Pembangunan Sulawesi Tenggara yang termuat dalan RPJMD Sultra (Perda Sultra No 9 Tahun 2018) yakni; Membangun konektivitas melalui kemitraan antara Pemerintah, Swasta dan Masyarakat dalam menciptakan daya saing wilayah, maka Pembangunan Simpul Transportasi —khususnya transportasi darat— di Sultra menjadi sangat strategis. Sultra memiliki lebih dari 650 pulau dengan 80 pulau berpenghuni yang sangat memerlukan infrastruktur transportasi sebagai urat nadi perekonomian wilayah regional.

“Pembangunan pelabuhan penyeberangan di daerah kepulauan menjadi sasaran pembangunan lima tahun untuk menunjang KPPN Wakatobi dan KPPN Baubau. Sementara Terminal Tipe-A Puuwatu ini adalah hasil kolaborasi antara Pemda Sultra dan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub-RI yang baru saja digagas tahun 2019 lalu, yang akan menjadi menunjang KPPN Kendari dan sekitarnya,” jelas Gubernur Ali Mazi.

Pada 2003-2008, Pemerintah Sultra telah berhasil menyakinkan Pemerintah Pusat dalam upaya membangun Simpul Transportasi Udara di Sultra, berupa kerja sama pembangunan Terminal Bandar Udara Haluoleo yang ketika itu menggunakan dana APBD. Investasi Pemprov Sultra ketika itu tidak kurang dari Rp.120 milyar untuk Bandara Haluoleo, Rp.160 milyar untuk Bandara Matahora Wakatobi, dan di atas Rp.200 milyar untuk Bandara Sangia Nibandera Kolaka (kerja sama Pemda dan Badan Usaha Swasta Nasional).

iklan corona baubau
iklan

“Saat ini, di kabupaten Kolaka Utara (Kolut) juga sedang dibangun bandara yang dimulai dengan menggunakan APBD Pemda Kolut kurang lebih Rp.50 milyar, sekaligus kami terus pula mendorong disegerakannya pembangunan bandara atau air strip di kabupaten Buton Utara, yang lahannya telah disiapkan oleh pemda setempat,” jelas Gubernur Ali Mazi.

Sebagaimana yang diketahui, Sultra sama sekali belum memiliki terminal bertipe-A (Antar Kota Antar Provinsi), sehingga pembangunan terminal dengan konsep “mix used” —konsep yang diperkenalkan Budi Setiyadi yang kini menjabat Dirjen Perhubda Kemenhub-RI— akan kian memposisikan Sultra sebagai provinsi terdepan dalam penataan simpul transportasi darat di Kawasan Timur Indonesia, setelah sebelumnya Sultra telah merealisasikan pembangunan Kendari New Port sebagai pelabuhan termodern ketiga di Kawasan Timur Indonesia setelah Makassar (Sulsel) dan Bitung (Sulut).

Gubernur Ali Mazi mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, “kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, dan Menteri Perhubungan RI, Bapak Budi Karya Sumadi, yang intens melengkapi pembangunan Simpul Utama Tranportasi di Sultra.”

Sejak 15 tahun lalu, diakui Gubernur Ali Mazi, sejumlah gagasannya yang menghubungkan Sultra dengan jembatan bentang panjang akhirnya terwujud seluruhnya. Jembatan Teluk Kendari (JTK) sebentar lagi akan segera diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, juga Jembatan Tona (Buton-Muna) di Selat Buton yang pembangunan dan pendanaannya sebesar Rp.2,8 triliun telah disetujui Kementerian PUPR.

Gubernur Ali Mazi juga menyambut usul Ir. Ridwan Bae terkait pembangunan jembatan yang menghubungkan Konawe Selatan dan Muna. Studi Amdal dan kelayakannya akan disegerakan oleh dinas terkait.

Bidang transportasi darat Sultra masih memerlukan banyak pembenahan, di antaranya Terminal Tipe-A di Ibukota Provinsi, Terminal Tipe-B di masing-masing ibukota 17 kab/kota, dan pengadaan jembatan timbang di lima simpul pintu masuk dan keluar antar provinsi dan antar pulau, serta Terminal Barang guna mendukung distribusi logistik.

Melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Sultra dengan para bupati dan walikota, dalam dua tahun ini, telah terealisasikan pembangunan sembilan Terminal Tipe-B, yakni: Terminal Baruga di Kota Kendari; Terminal La Kologou di Kota Baubau; Terminal La Rumbalangi di Kota Kolaka; Terminal Awainalu dan Terminal Sangisangi di Kolaka Timur; Terminal Labuan Bajo di Buton Utara; Terminal Lombe di Buton Tengah; Terminal La Caria dan Terminal La Himbua di Kolaka Utara; dan Terminal Rahabangga di Konawe.

“Alhamdulillah Bupati Muna telah memasukkan usulan lokasi di samping Pelabuhan Nusantara Raha untuk pembangunan terminal serupa di Kota Raha. Untuk itu, dukungan Bapak Dirjen Budi Setiyadi dan Bapak Wakil Ketua Komisi V DPR-RI Ridwan Bae, sangat kami harapkan,” tukas Gubernur Ali Mazi.

Masih dalam pemaparan Gubernur Ali Mazi, saat ini Pemprov Sultra sedang merancang Pelabuhan Penyeberangan Kendari – Wawoni’i yang akan melayani rute antar kabupaten dan antar provinsi (Sultra – Sulteng). Gubernur Ali Mazi menyatakan siap menyerahkan aset Pemprov Sultra (Pelabuhan Kendari, -red.) kepada Kemenhub-RI, untuk dibangun pelabuhan sekelas Pelabuhan Penyeberangan Batam – Singapura.

“Karena Pelabuhan Penyeberangan Kendari ini adalah satu-satunya pelabuhan penyeberangan yang ada di ibukota provinsi, yang sekaligus akan menjadi representasi etalase pengelolaan pelabuhan penyeberangan yang ideal di Kawasan Timur Indonesia, maka kami bermohon agar Bapak Dirjen Budi Setiyadi dan Wakil Ketua Komisi V DPR-RI Bapak Ridwan Bae untuk dapat memberikan dukungannya guna mewujudkan rencana ini,” kata Gubernur Ali Mazi.(*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel:

ISTRI & ANAK ANGGOTA TNI 1413/BUTON YANG DIBUNUH SEDIH SAKSIKAN PEMAKAMANNYA

ANGGOTA TNI 1413/BUTON YANG DIBUNUH SAAT TUGAS OLEH SEORANG PEMUDA DI KELURHAN NGKARING-NGKARING, KECAMATAN BUNGI, KOTA BAUBAU DIMAKAMKAN DENGAN UPACARA MILITER. ANAK DAN ISTRI ALMARHUM SERDA BASO HADANG TERLIHAT SANGAT SEDIH DAN PILU MENYAKSIKAN DETIK-DETIK UPACARA PEMAKAMAN SUAMINYA. SEMOGA ALMARHUM DITERIMA DISIS ALLAH SWT DAN KELUARGA YANG DITRINGGALKAN DIBERIKAN KETABAHAN HATI. AMIN. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest