Sarwah dan beberapa kader kebersihan yang dipecat saat mengadu pada Paslon Bupati Wakatobi Haliana-Ilmiati Daud

Haliana Menyangkan Ada Pemecatan Terhadap Guru Ngaji

Peliput: Zul Ps

WANGI-WANGI,BP – Meski dipecat dari kader guru mengaji di Desa Lentea, Kecamatan Kaledupa Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sarwah tetap mengajar. Hal tersebut dilakukan secara suka rela demi tercipatanya kader militant.

Sarwah dan beberapa kader kebersihan yang dipecat saat mengadu pada Paslon Bupati Wakatobi Haliana-Ilmiati Daud
Guru Ngaji Sarwah dan beberapa kader kebersihan yang dipecat saat mengadu pada Paslon Bupati Wakatobi Haliana-Ilmiati Daud

Sarwah menjelaskan sejak hadirnya Pelaksana Jabatan (Pj) Kepala Desa Lentea, dirinya kini tidak mendapatkan honor dari Desa. Dirinya mengakui, jika per bulan dengan mengajar anak-anak pada desa tersebut memperoleh honor dari desa sebesar Rp 300 ribu perbulannya.

“ Saya mengajar di anak-anak, guru ngaji. Ada dulu gaji dari desa, sekarang saya tidak digaji lagi. Waktu masih kepala Desa sebelumnya, gaji masih ada,” ungkapnya beberapa waktu lalu, saat Haliana-Ilmiati Daud menggelar kampanye di Desanya.

Mendengar hal tersebut, Haliana sebagai calon Bupati Wakatobi sangat menyayangkan hal tersebut. Katanya, guru mengaji saat ini sangat sulit ditemukan dan sangat jarang, terlebih jasa adanya guru mengaji sangat dibutuhkan untuk membentuk mental anak menjadi lebih baik.

“Tentang guru ngaji ini terus terang saya sangat prihatin sekali. Karena ini urusan akhirat. Yang jadi guru ngaji ini tidak banyak dan tidak gampang, sabarnya mengajarkan ayat-ayat tuhan, agar kita bisa menjadi hamba-hamba yang sholeh dan saleha,” katanya.

Kata Dia, Dirinya bersama pasangan calon Wakil Bupati Ilmiati Daud telah berencana untuk memberikan tambahan honorarium pada guru ngaji dan sara mesjid. Pasalnya, jasa untuk membina umat dan memantapkan kehidupan sosial dimasyarakat dengan baik.

BACA JUGA: Di Tengah Wabah Covid-19, Petugas Kebersihan Wakatobi Tetap Bekerja

“Maka kami mengusahakan dan mengupayakan akan menjadikan perbaikan honor, minimal satu bulan dapat membeli satu karung beras 50 kg yang akan kita simpan di rumah kita masing-masing disetiap bulan.” ucapnya.

Amatan koran ini, tak hanya kader guru ngaji yang dipecat tanpa sebab oleh Pj Kepala Desa Lentea, terdapat beberapa kader kebersihan juga yang kemudian dipecat.(*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest