– Terkait SP Sat Pol PP Terhadap Pedagang Wantiro

Peliput: La Ode Adrian

BAUBAU, BP – Terkait Surat Peringatan (SP) I dan Surat Peringatan II yang dikeluarkan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Baubau yang mendesak para pedanga di Wantiro untuk diberhentikan atau dipindahkan, Anggota DPRD Kota Baubau H Suddin M SH menegaskan bahwa para pedagang yang berjualan di Wantiro atas izin dari pemerintahan sebelumnya yakni masa jabatan Amirul Tamim MZ.

“Yang saya tahu persis di Wantiro itu, pada masa pemerintahan sebelumnya yaitu pemerintahan Amirul bahwa, disana itu dibuat satu pengembangan kawasan baru dimana untuk memecah konsentrasi masyarakat, agar terbagi tiga, yaitu padatnya di Pantai Kamali, Kotamara, dan Wantiro, sehingga di Wantiro itu sendiri menjadi kawasan yang hidup karena ada para pedagang disitu,” jelas H Suddin.

SP yang dikeluarkan Sat Pol PP kepada para pedanga dianggap melanggar beberapa Peraturan Daerah (Perda) Kota Baubau yang dilakukan oleh para pedagang, namun H Suddin beranggapan bahwa Perda yang dilanggar tida disebutkan secara rinci, sehingga surat tersebut dianggap sangatlah tidak mendasar.

“Surat ini sangat-sangat tidak mendasar, Perda apa memang yang dilanggar. Kalau seandainya mereka melanggar Perda, pada dasarnya penempatan usaha-usaha mereka itu ditetapkan oleh pemerintah sebelumnya, bahkan tenda yang mereka miliki itu adalah bantuan dari pemerintah sebelumnya, dan bukan hanya tenda, tapi pengadaan kursi juga dibantu oleh pemerintahan sebelumnya yaitu Amirul, yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” pungkasnya.

Dan yang paling utama menurut H Suddin jika Sat Pol PP benar-benar melakukan tindakan kepada para pedagang sesuai dengan SP yang dikeluarkan, tentu akan mengganggu perputaran ekonomi masyarakat Kota Baubau, yang justru akan mencoreng citra pemerintah dimata masyarakat.

“Dimana justru pemerintah dianggap tidak mendukung kegiatan yang dilakukan masyarakat untuk mengembangkan ekonomi, seharusnya dalam halam hal ini pemerintah itu melakukan pembinaan dalam rangka menaikan mutu usaha mereka. Mereka itukan menjual disitu sudah sejak dulu, tapi kenapa nanti tahun sekarang ini baru ada SP seperti ini, sementara penempatannya itu pada awalnya memang pemernitah yang tempatkan. Mereka itukan salah satu penjual jajanan tradisional kita, kerana disitu adalah salah satu objek ketika ada masyarakat luar yang berkunjung ke Baubau, disamping dia menikmati pemandangan disana tapi juga menikmati jajanan yang diperdagangkan,” tandasnya.(*)